JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan agar masyarakat menunggu hasil resmi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 15 Pebruari lalu dari pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
Soalnya, kata politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kepada delegasi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kamis (16/2), hasil quick count tidak bisa menjadi patokan karena hasil resmi itu adalah yang diumumkan KPUD. “Hasil quick count jangan lantas menjadi acuan dan terlalu digembar gemborkan yang berpotensi akan memicu ketegangan,” kata Hidayat.
Hidayat menerima kunjungan audiensi delegasi PP KAMMI di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.
Kepada Hidayat, Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman mengungkapkan berbagai kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi negara pra dan pasca penyelenggaraan Pilkada serentak 2017 putaran pertama yang berlangsung, Rabu (15/2).
Berbagai kegelisahan itu antara lain, rakyat seperti terpecah-pecah karena perbedaan pilihan. Bahkan diantara umat Muslim terjadi perpecahan dan potensi konflik. Padahal sejatinya perbedaan pilihan adalah hal lumrah yang tidak perlu menjadi persoalan besar. “Sejatinya pemimpin yang amanah dan mampu mengayomi rakyatnya adalah yang perlu dimunculkan itu yang paling penting.”
Dalam kesempatan itu, delegasi KAMMI juga membahas soal kompetensi peningkatan kader KAMMI dan lebih luas kompetensi seorang Muslim. Kartika Nur Rakhman mengungkapkan bahwa KAMMI akan fokus dalam mempertajam kompetensi kader.
Hidayat mengapresiasi upaya KAMMI dalam mempertajam kompetensi kader-kadernya. Yang perlu diperhatikan adalah kader yang kompeten dan berkarakter, kader yang berlarakter Islam sejati dan berkarakter kebangsaan sejati.
“Banyak sekali generasi muda Islam yang berkompetensi bahkan tingkat dunia seperti seorang ikhwah Dr Khoirul Anwar seorang mantan aktifis KAMMI penemu konsep dasar teknologi 4G yakni teknik double Fast Fourier Transform (FFT) yang mendunia bahkan teknologinya dipakai seluruh dunia dan banyak sekali yang kompetensinya bisa menjadi teladan generasi muda Islam.”
Diutarakan, semua itu membuktikan bahwa generasi Islam terutama generasi muda Islam sangat luar biasa dan mampu mewarnai dan mempengaruhi ilmu pengetahuan modern. Ini akan menampik segala imej jelek soal Islam seperti kemunduran, konflik, teroris atau radikal.
Dalam kesempatan itu, KAMMI mengundang Hidayat sebagai tamu kehormatan dalam gelar acara loka karya ‘Konsolidasi Nasional






