JAKARTA– Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengakui bahwa TNI merupakan institusi negara yang berhasil menjalankan reformasi. Salah satu dari reformasi TNI yang nyata adalah dalam revolusi mental.
TNI, kata anggota Komisi III DPR RI tersebut ketika reformasi bergulir disiruh kembali barak, perintah reformasi tersebut dilakukan institusi ini dengan baik. “Sulit itu, dari jagoan bisa kembali ke barak. Namun, itu mampu dilakukan institusi TNI,” kata Arsul, dalam Forum Legislasi tentang “Rancangan Undang Undang Terorisme” di Press Room DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/01).
Sedangkan Polri, kata politisi yang cukup lama berdiam di Australia tersebut, menjadi institusi negara yang paling mendapat kekuatan. Namun, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai berlambang Ka’bah tersebut tidak menyebutkan apakah instusi Polri mampu mereformasi diri.
Sesuai dengan amanat reformasi, lanjut dia, TNI taat dan konsisten dengan sikapnya untuk kembali ke Barak. “Dulu Koramil kan galak, sekarang tidak,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X itu.
Ditambahkan, revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo itu yang paling nyata implementasinya ada di TNI. Di partai politik tidak, demikian pula di eksekutif. “Yang paling dapat power itu saat ini adalah Polri,” demikian Arsul Sani. (art)






