Breaking News
Polhukam

MPR: Umat Islam Ikut Berperan Dalam Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

×

MPR: Umat Islam Ikut Berperan Dalam Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Umat Islam di tanah air terlibat dalam kesadaran berbangsa dan negara. Itu dibuktikan dengan banyaknya organisasi Islam menyatakan pergerakan nasionalisme Indonesia.

Itu dikemukakan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) saat melakukan sosialisasi Empat Pilar bertema “Peran Konstruktif Umat Islam untuk Indonesia” di Universitas Darrusalam Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (2/9).

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, tepatnya 1903, Jammaah Khairiyah yang merupakan organisasi Islam sudah menyatakan memerdekakan Indonesia dari penjajahan asing, wajib hukumnya. “Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lepas dari peran ummat Islam,” kata NHW seperti siaran pers Humas MPR RI yang diterima IParlementaria.com, Sabtu (3/9)

Dalam jalur politik, kata politisi senior Partai Keadilan Sejahtera itu, umat Islam juga menjadi golongan pertama kali memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. HOS Cokroaminoto sebagai sosok pejuang organisasi politik Islam yang menginginkan Indonesia merdeka.

Dalam Sumpah Pemuda pun ada organisasi jong Islamieten Bond yang terlibat dalam perumusan sumpah monumental itu. Menjelang Indonesia merdeka, ada BPUPKI, di mana semua orang yang terlibat adalah orang-orang terhormat, ada yang ningrat, cendekiawan dan intelektual. “Dalam badan itu juga banyak sosok kiai haji. Dengan demikian, pesantren terlibat dalam memerdekakan Indonesia.”

Meski berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, umat Islam juga sangat toleran dalam masalah dasar dan pilar bangsa. Hidayat menyebut, tokoh-tokoh Islam dalam BPUPKI rela menghapus tujuh kata Pancasila.

Dalam amandemen UUD Tahun 1945, politisi Islam juga banyak berperan dalam amandemen itu. Di mana dalam UUD, mereka mampu mencegah dikotomi antara pendidikan dan agama. (art)

Komentar