Breaking News
Polhukam

Penyerang Kafe Tewas di Ujung Senapan Petugas Keamanan Kota Dhaka

×

Penyerang Kafe Tewas di Ujung Senapan Petugas Keamanan Kota Dhaka

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Tiga tersangka yang menjadi dalang serangan terhadap kafe
di Dhaka bulan lalu tewas di ujung senjata pasukan keamanan setempat.
Serangan yang dilakukan kelompok garis keras di kafe itu menewaskan 22 orang yang sebagian besar warga asing.

“Kelompok garis keras itu terdesak di salah satu persembunyian di
pinggiran ibu kota Banglades dan menolak menyerah sehingga baku tembak dengan aparat keamanan kota Dhaka,” ungkap Kepala Satuan Penanggulangan Terorisme Kepolisian Dhaka, Monirul Islam seperti dikutip Reuters.

Keberhasilan itu, kata Monirul Islam dicatat polisi menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry ke Bangladesh untuk membicarakan masalah keamanan di tengah serangkaian pembunuhan terhadap pegiat liberal dan kelompok kacil keagamaan di negara berpenduduk sebagian besar Muslim itu.

ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap kafe dan
kawasan elite di ibu kota terhadap bukan Muslim dan warga negara
asing, yang menewaskan sejumlah warga negara Italia, Jepang, AS, dan
India.

Pemerintah tetap bersikeras menyangkal kehadiran organisasi militan
lintasbangsa di negaranya, seperti Al Qaeda dan ISIS. Namun, pihak kepolisian meyakini bahwa Jamaatul Mujahidin Bangladesh yang telah menyatakan kesetiannya kepada ISIS terlibat dalam melakukan serangan kafe tersebut.

Tingkat serangan menyasar orang asing berdampak terhadap modal
asing di negara miskin di Asia Selatan itu, yang nilai ekspor industri
garmennya 28 miliar dolar AS itu adalah terbesar kedua di dunia.

Terduga dalang serangan tewas dalam penggerebekan Sabtu itu telah
dikenali sebagai Tamim Ahmed Chowdhury, pria berusia 30 tahun
berkewarganegaraan Kanada yang lahir di Bangladesh.

Pengamat mengatakan, ISIS April lalu telah mengidentifikasi Chowdhury sebagai komandan nasional ISIS di Bangladesh. “Sesuai fakta, kami sekarang yakin bahwa Tamim di antara tiga orang yang tewas,” kata Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan.

Khan mengatakan, Chowdhury merupakan salah satu dari penyalur
utama dana dan persenjataan dalam beberapa serangan terakhir. Dia pulang ke Bangladesh Oktober 2013 melalui Abu Dhabi.

Inspektur Jenderal Polisi AKM Shahidul Haque mengatakan, penyergapan tersebut berdasarkan petunjuk dari pemilik rumah yang mereka tinggali.
Pemilik rumah mengatakan bahwa kelompok militan tersebut mengaku
dirinya sebagai pengusaha di bidang perdagangan alat medis.

Selain membunuh tiga pengikut garis keras, polisi juga menahan dua pria di antara para penyintas serangan di kafe yang menjadi tempat favorit warga asing bersantai.

Hasnat Karim yang berkewarganegaraan ganda Inggris-Bangladesh dan
Tahmid Hasib Khan, seorang mahasiswa Toronto University bersantap
malam secara terpisah di restoran tersebut.

Pengacara Karim, insinyur berusia 47 tahun menyatakan bahwa kliennya
tidak bersalah dalam peristiwa serangan tersebut. Sejumlah kerabat Khan (22) juga menyatakan bahwa dia tidak bersalah.

Awal bulan ini, pasukan keamanan juga menangkap empat orang wanita yang diduga menjadi anggota Jamaatul Mujahidin Bangladesh. (art)

Komentar