JAKARTA– Sedikitnya 10.600 balita belum mendapatkan imunisasi campak. Dari 22.184 balita yang menjadi sasaran imunisasi campak, sampai akhir Agustus 2016, baru 11.556 balita yang sudah mendapat imunisasi campak sementara sisanya belum diimunisasi.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Eko Ariyantodi di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pekan ini mengatakan, dari 10 kecamatan di Kabupaten Paser, Kecamatan Kuaro merupakan wilayah dengan cakupan imunisasi campak terendah. “Di kecamatan Kuaro, ada 1.674 balita, namun baru bisa mencakup 588 balita atau 32 persennya saja,” katanya.
Sedangkan kecamatan dengan cakupan imunisasi campak tertinggi lanjut Eko Ariyanto adalah Kecamatan Tanjung Harapan. “Dari 437 jumlah balita di Kecamatan Tanjung Aru, sebanyak 428 diantaranya telah diimunisasi atau 97 persen telah mendapatkan imunisasi campak.”
Data balita di beberapa kecamatan di Kabupaten Paser yakni, di Kecamatan Tanah Grogot 6.202 balita, telah mencakup 4.156 atau 67 persen, Long Ikis sebanyak 2.225 balita, telah mencakup 1.632 balita atau 73 persen telah mendapatkan imunisasi campak.
“Di Kecamatan Batu Sopang terdapat 2.017 balita dan baru bisa mencakup 1.007 balita atau 49 persen dan di Kecamatan Muara Komam ada 1.263 balita, baru bisa mencakup 60 persen,” jelas Eko Ariyanto.
Kegiatan imunisasi campak kata Eko Ariyanto, mulai dilakukan pada Agustus 2016 di 17 Puskesmas, 347 Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan dasar atau rujukan milik pemerintah maupun swasta. “Ada 1.735 kader di Posyandu, 829 tenaga kesehatan yang memberikan imunisasi campak dengan total vaksin 4.200,” demikian Eko Ariyanto. (art)






