JAKARTA– Tampaknya beberapa tahun ke depan, dunia sepakbola Indonesia masih suram. Karena itu, pemain sayap Persiba Balikpapan asal Papua, Oktovianus Maniani lebih memilih pulang kampung untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah kelahirannya daripada melanjutkan karir sepakbolanya di tim Beruang Madu tersebut.
“Oktavianus Maniani mengundurkan diri dari Persiba karena diterima menjadi PNS di Jayapura. Kami umumkan, Okto dilepas statusnya sebagai pemain Persiba atas keinginannya. Okto diterima menjadi PNS di Jayapura,” kata pelatih Persiba berdarah Brasil, Jaino Matos, pekan ini.
Meski kehilangan seorang pemain hebat, menurut dia, Persiba tak
keberatan. Bahkan, Persiba sudah membekali dengan surat-surat yang
diperlukan pemain tim nasional itu, seperti surat pelepasan status pemain
Persiba dengan dasar surat pengunduran diri dari yang bersangkutan.
Okto segera pulang ke Jayapura dan memulai karir barunya sebagai PNS.
Karir Okto sebagai pemain sepakbola relatif cemerlang. Pria kelahiran 27
Oktober 1990 itu menjadi pemain nasional mulai dari tim usia 15 tahun (U
-15), U-17 dan U-23 dengan prestasi finalis Piala AFF.
Stamina yang prima dan teknik yang mumpuni membuat Okto tidak
pernah menganggur dari dunia sepakbola. Ketika sepakbola Indonesia
vakum sebab sanksi FIFA, Okto bermain ke Timor Leste.
Okto bahkan cukup sering berakting dan main sinetron dengan
memerankan dirinya sendiri di cerita “Tendangan si Madun” yang
ditayangkan SCTV 2015. “Ya, hidup ini punya banyak pilihan-pilihan,” kata Matos, mengomentari karir Okto.
Menurut dia, Okto banyak berkontribusi buat Persiba. Namun demikian, sepeninggalnya, kesempatan terbuka bagi pemain lain, seperti Rahel, Siswanto, Heri, Aziz, Rahman, untuk menunjukkan kualitas mereka. “Pemain datang dan pergi itu biasa. Menyatukan mereka menjadi satu tim
itu yang tidak mudah,” demikian Matos. (art)






