JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang yang juga Ketua Ikatan Senior Hipmi Indonesia (ISHI) mengatakan, pihaknya siap memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk perbaikan ekonomi Indonesia ke depan.
“Untuk itu, ISHI dan Hipmi bakal menggelar dan mengadakan diskusi-diskusi guna memberikan kontribusi kepada pemerintah,” kata Oesman Sapta usai pembukaan Silaturahmi dan Dialog Nasional ISHI di Hotel Rafflea kawasan Segitiga Emas Kuningan, Jakarta, Jumat (26/8).
Pembukaan silaturahmi dan dialog nasional ini dihadiri Presiden Joko Widodo. Selain itu juga tampak para pendiri dan senior HIPMI seperti Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Siswono Yudohusodo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, Menko Perekonomian Darmin Nasution, serta para pengusaha senior.
Menurut senator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Barat tersebut, banyak senior Hipmi yang juga pakar ekonomi, mantan menteri, dan pengurus partai politik yang mempunyai kewenangan di lembaga legislatif. “Jadi tidak mustahil mereka bisa memberikan asumsi-asumsi untuk perbaikan ekonomi kita ke depan.”
Dalam pengantar silaturahmi dan dialog nasional, laki-laki yang akrab dengan panggilan Oso ini memberikan apresiasi terhadap kehadiran Presiden Joko Widodo sebagai bukti nyata kebersamaan dan perhatian kepada pengusaha nasional terutama senior Hipmi baik di pusat maupun daerah. “Presiden Jokowi juga anggota Hipmi. Tadi ikut berdiri menyanyikan mars ISHI.”
Senior Hipmi, lanjut Oso, patut dan sangat wajar dapat aktif memberi dukungan penuh kepada presiden dan pemerintah agar semua program pemerintah yang dicanangkan bisa berhasil.
Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi membaik dari 4,2 persen menjadi lima persen. Kesenjangan ekonomi juga berkurang dari 0,43 menjadi 0,397. “Padahal banyak negara yang pertumbuhan ekonominya turun dan bahkan negatif.”
Dikatakan, tantangan pemerintah adalah membangun industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpendidikan menengah.
“Pemerintah bisa memilih empat sektor induatri yang diprioritaskan yaitu industri pertanian, maritim, pariwisata, dan industri kreatif. Jadi tidak semua industri dicampuri pemerintah,” demikian Oesman Sapta Odang. (art)






