JAKARTA– Lima perwira tinggi (pati) kepolisian yakni, Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso, Komjen Pol Suhardi Alius, Komjen Pol Putut Bayu Seno, Komjen Pol Syafruddin dan Komjen Budi Gunawan berpeluang menggantikan posisi Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai Kapolri.
Itu dikatakan anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, Seasa (14/6) mengomentari habisnya masa jabatan Badrodin Haiti sebagai Kapolri bulan depan. Ada lima perwira tinggi di Kepolisian Republik Indonesia yang berpeluang menggantikan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri karena memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai.
“Nama-nama seperti Komjen Pol Budi Gunawan, Komjen Pol Budi Waseso, Komjen Pol Suhardi Alius, Komjen Pol Putut Bayu Seno, dan Komjen Pol Syafruddin, saya nilai mampu mengarahkan institusi polri menjadi alat negara yang melindungi rakyat,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Propinsi Aceh Darussalam tersebut.
Nasir menilai, kelima perwira tinggi tersebut dapat mengembalikan kepercayaan publik kepada institusi Kepolisian. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah mampu membangun soliditas di tubuh Polri dan melakukan kaderisasi.
“Karena itu jika pun beliau tidak diperpanjang maka kader kader perwira tinggi yang saat ini berbintang tiga saya nilai cakap dan mampu meneruskan estafet kepimimpinan Badrodin,” politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Menurut Nasir, sosok Kapolri ke depan harus berani berdiri untuk kepentingan keadilan dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam penegakan hukum.
Selain itu, tantangan Kapolri ke depan adalah mengubah pola pikir dan pola budaya serta memberikan keteladanan dalam segala hal kepada bawahan.
“Kapolri ke depan diharapkan tetap tidak tergoda dengan tarikan kekuasaan. Bila Kapolri sampai tergoda dengan tarikan kekuasaan, ini akan bahaya terhadap demokrasi Indonesia sekaligus reformasi yang dilakukan di jajaran kepolisian,” demikian Nasir Djamil. (art)






