Breaking News
Olahraga

Pasca Pencabutan Pembekuan, DPR RI Minta PSSI Berbenah

×

Pasca Pencabutan Pembekuan, DPR RI Minta PSSI Berbenah

Sebarkan artikel ini

tengJAKARTA– Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga mendorong Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) fokus menyelesaikan pekerjaan rumah dari Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Dalam kongres FIFA di Meksiko, 12-13 Mei lalu, induk organisasi sepakbola dunia tersebut mencabut sanksi yang diberikan kepada PSSI. PSSI dihukum FIFA akibat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi membekukan induk organisasi olahraga tertua di tanah air tersebut.

Langkah pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut membekukan PSSI membuat FIFA menghukum anggotanya ini karena adanya intervensi pihak luar. Soalnya, dalam ketentuan (statuta) FIFA, para anggotanya tidakboleh diintervensi pihak mana juga termasuk pemerintah.

FIFA dalam kongresnya di Meksiko itu selain mencabut sanksi terhadap anggotanya ini karena putusan Menpora mencabut pembekuan PSSI juga memberikan lima Pekerjaan Rumah (PR) buat organisasi yang didirikan Ir Suratin dkk tersebut.

Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PSSI, Kamis (19/5) menyebutkan, mayoritas rekan-rekan di Komisi X DPR bersyukur, pemerintah sudah kembali ke jalan yang benar.

“Karena itu, kami mendorong PSSI segera berbenah dengan mencantumkan lima agenda priorotas dari FIFA,” kata politisi Partai Demokrat (PD) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Propinsi Aceh tersebut.

Dalam RDP dengan Komisi X, mantan pembalap nasional, Moreno Soeprapto mengungkapkan, selain fokus pada pekerjaan rumah dari FIFA, putra pembalap nasional Tinton Soeprapto ini juga berharap PSSI bisa fokus pada perolehan prestasi.

“Dengan lima catatan FIFA untuk PSSI, saya meminta direalisasikan kongkret. Lalu fokus pada prestasi dan merealisasikan Timnas. Saya berharap, PSSI bisa menjaga keutuhan dunia olahraga khususnya sepakbola,” kata Moreno.

Pascapencabutan sanksi oleh FIFA, PSSI mendapat lima tugas yang harus segera diselesaikan, yakni memperbaiki hubungan dengan pemain, meninjau Indonesia Super League (ISL) sebagai kompetisi resmi PSSI, mempersiapkan Timnas untuk mengikuti beberapa agenda FIFA seperti Piala AFF, Sea Games 2017 dan Asian Games 2018.

Kemudian, memperbaiki statuta PSSI sesuai dengan standar FIFA dan pengembangan infrastruktur persepakbolaan nasional berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami diharuskan mereview asosiasi pemain, minumum kontrak, asuransi, menerapkan lisensi klub secara penuh. Lalu, kami diminta menyiapkan segera timnas kita dengan manajemen lengkap karena sejumlah event sudah di depan mata. Kemudian pengembangan infrastruktur,” kata Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan dalam kesempatan yang sama. (art)

Komentar