Breaking News
Polhukam

Ditinggal PKS, Banyak Partai Ambil Fachri

×

Ditinggal PKS, Banyak Partai Ambil Fachri

Sebarkan artikel ini

fachJAKARTA– Walau sudah dipecat sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun posisi Fachri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang kesejahteraan rakyat masih aman.

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto menegaskan, sampai saat ini posisi Fahri Hamzah di DPR masih menjabat Wakil Ketua DPR RI bidang kesejahteraan rakyat.

Agus menyatakan, hingga hari ini, Kamis (7/4), pimpinan dewan belum menerima sepucuk surat pun dari DPP PKS maupun fraksi tentang pemecatan Fachri Hamzah sebagai kader partai berbasiskan agama tersebut. “Masih sama seperti kemarin posisinya, Pak Fahri masih wakil ketua DPR. Dan belum ada proses apapun seperti yang disampaikan di medsos yang katanya diganti,” tegas Agus, Kamis (7/4).

Proses administrasi di DPR, lanjut Agus, tidak bisa serta merta tanpa ada surat usulan dari partai. Kalaupun suratnya telah masuk maka harus dibahas terlebih dahulu dalam rapat pimpinan dewan, hingga rapat badan musyawarah yang melibatkan seluruh pimpinan fraksi.

Apalagi, lanjut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Jateng) itu, dari informasi yang peroleh, Fahri Hamzah masih melakukan upaya hukum menyikapi pemecetannya oleh partai. Proses hukum ini menurutnya tidak bisa dikesampingkan oleh dewan dalam membuat keputusan.

“Yang kami dengar, Pak Fahri menurut ceritanya akan ajukan ke pengadilan, tentunya pimpinan akan pertimbangkan itu. Karena menurut undang-undang partai politik kami tidak bisa kesampingkan proses itu.”

Pada kesempatan terpisah, politisi Partai Gerindra, Bambang Riyanto menyebutkan, pemecatan Fahri Hamzah sebagai kader PKS menjadi perhatian rekan politikusnya dari parpol lain. Soalnya, kesalahan yang dibeber DPP PKS ‎sebagai alasan pemecatan Fahri tidak sebanding dengan pengorbananwakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

“Saya hanya melihat dari kacamata umum saja. Kalau dilihat, pengorbanan Fahri Hamzah‎ untuk PKS sudah berdarah-darah,” ujar mantan bupati Sukoharjo ini.

Pengorbanan Fahri ini dilihat dari perolehan suara PKS di NTB. Fahri, lanjutnya, bisa meraup 125 ribu lebih suara hingga bisa menduduki kursi di DPR. “Untuk mendapatkan 125 ribu suara itu bukan hal mudah. Perlu pengorbanan besar, apa ya itu tidak dilihat DPP PKS. Semestinya, ditimbang-timbang dulu sebelum dilakukan pemecatan.”

Namun Bambang optimis, bila nanti Fahri loncat ke partai lain, akan banyak parpol yang mau menerimanya. “Banyak partai yang mau mengambil Fachri bila meninggalkan PKS,” demikian Bambang. (art)

Komentar