JAKARTA– Pemuda merupakan aktor sejarah yang penting bagi perjalanan suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Untuk itu, pemuda jangan sampai melupakan sejarah perjalanan bangsa, agar memiliki perspektif untuk masa depan.
Itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Fahri Hamzah dalam acara Mimbar Kebangsaan yang bertemakan ‘Pemuda dan Bangsa Yang Besar’ di Aula KPA, Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, kemarin.
Selain Fahri juga hadir Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Ahmad Taqwa.
“Jika saya diundang oleh mahasiswa dan organisasi kepemudaan, maka kita mengangkat tema tentang sejarah, karena sejarah itu penting untuk mereka. Setiap anak muda harus punya perspektif tentang masa depan. Pada sisi lain juga harus punya refleksi masa lalu karena mereka berada di usia pertengahan,” kata Fahri.
Ditambahkan, dalam diri pemuda juga harus ditanamkan, akan dibawa kemana perjalanan hidupnya. Sehingga, ketika para pemuda sudah mengetahui sejarah dan perspektif masa depan, maka lengkaplah narasi pengetahuan mereka. “Mereka tahu, darimana mereka datang, dan akan kemana mereka pergi.”
Fahri menemukan sebuah persepsi, ketika pemuda belum percaya diri untuk tampil, hal itu diakibatkan kurangnya frekuensi membaca. Ia menilai, dalam usia muda mereka, tidak perlu khawatir jika berbuat salah, karena mereka berada pada usia sedang belajar.
“Karena itu, kepercayaan mereka harus muncul, sehingga mereka dapat tampil menjadi pemimpin pada saat ini, atau persiapan diri untuk menjadi pemimpin di masa mendatang,” pesan politisi asal dapil Nusa Tenggara Barat itu.
Untuk menjadi pemimpin, Fahri mengingatkan kepada generasi muda untuk sering berlatih. Ia juga merasa bangga, karena ia telah menjadi persiapan bagi generasi muda saat ini, untuk menghadapi masa depan.
“Yang kita lakukan hari ini adalah sebagai sarana latihan, dan mereka sedang berada dalam proses latihan. Kita senang menjadi bagian dari persiapan mereka. Harus terus dipersiapkan, supaya mereka tetap punya kesadaran bahwa mereka bagian dari kita. Namun karena mereka memang belum waktunya,” ujar Fahri.
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Trisman Saputra mengatakan, Indonesia tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pintar dan cerdas, tapi membutuhkan pemuda yang peduli dan mau memperbaiki tanah air.
“Tidak hanya dibutuhkan kepandaian, juara, tapi orang-orang yang bisa mengelola kekayaan Bangsa Indonesia, untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” kata Trisman
Dia berharap, Fahri dapat memberikan sedikit curahan hati, pengalaman dari aktivis mahasiswa, hingga sekarang menjadi anggota Dewan. Banyak pengalaman yang dapat mencerahkan para mahasiswa, baik pengalaman manis atau kurang baik.
“Kami membutuhkan nasihat, sehingga kami bukan hanya bisa menerima kebaikan negeri, tapi kami bisa membalas kebaikan negeri ini. Kedepannya kami para mahasiswa dapat mengantisipasi dan menjalankan roda pemerintahan negeri ini,” harap Trisman. (art)






