Breaking News
Polhukam

Parmusi: Djan Faridz Telah Mengingkari Sejarah PPP

×

Parmusi: Djan Faridz Telah Mengingkari Sejarah PPP

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kader Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang duduk di kepengurusan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz meradang dengan pernyataan Djan Faridz yang menyatakan Parmusi saat ini bukan bagian dari PPP.

“Djan Faridz telah mengingkari sejarah,” tegas Syafrudin Anwar, salah seorang kader Parmusi yang duduk menjadi pengurus DPP PPP kubu Djan Faridz kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (22/3).

Syafrudin Anhar didampingi 6 orang kader Parmusi yang duduk di kepengurusan DPP PPP pimpinan Djan Faridz, yaitu A. Rahman, Zufa Sodiq, Hendra Dinata, Budi Purwanto dan Zakaria. Mereka mengeluarkan pernyataan terkait dengan pernyataan Djan Faridz soal keberadaan Parmusi.

Syafrudin Anwar menjelaskan, keberadaan Parmusi yang sekarang penyebutannya sebagai Persaudaraan Muslim Indonesia merupakan mata rantai atau menyambung ruh dari Partai Muslim Indonesia yang berfusi bersama tiga partai Islam lainnya menjadi PPP.

“Bila ada lembaga atau orang yang menyatakan Parmusi saat ini bukan bagian dari terbentuknya PPP, ini merupakan pikiran dan tindakan yang mengingkari, mengaburkan dan mencelakakan sejarah,” tegas Syafrudin.

Parmusi kata Syafrudin, tidak pernah menarik ruh Partai Muslimin Indonesia yang ditanamkan di PPP. “Kenyataan itu dibuktikan dengan masih banyaknya kader dan pengurus Parmusi di setiap tingkatan menjadi kader dan pengurus PPP,” kata Syafrudin.

“Sekali lagi kami tegaskan, bila ada lembaga atau perseorangan yang menyatakan Parmusi bukan bagian dari PPP, itu tindakan pengingkaran sejarah dan penegasian eksistensi Parmusi dalam tubuh PPP,” tegasnya.

Pernyataan Djan Faridz itu dinilai mereka akan bisa menghancurkan dan memusnakan PPP dalam perpolitikan nasional. “Kami sebagai kader dan pengurus Parmusi yang duduk dalam kepengurusan PPP dibawah kepemimpinan Djan Faridz tidak menghendaki PPP musnas dalam politik nasional. Karena itu, kami tidak ingin ikut bersama-sama dengan orang yang akan memusnahkan PPP di pentas politik nasional,” tegas Syafrudin Anhar. (chan)

 

Komentar