Breaking News
Polhukam

OSO: Rasa Kebangsaan Anak Bangsa Mulai Tergerus

×

OSO: Rasa Kebangsaan Anak Bangsa Mulai Tergerus

Sebarkan artikel ini

osoJAKARTA– Rasa kebangsaan sebagian anak bangsa mulai tergerus budaya asing. Bahkan ada dari mereka yang tidak lagi memiliki rasa kebangsaan.

Hal ini tidak boleh terjadi, kata Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang ketika membuka Sosialisasi Empat Pilar sekaligus pergelaran budaya Betawi di Kampung Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu lalu.

Hadir pada kegiatan tersebut, beberapa anggota DPD RI/MPR RI, yakni Abdul Aziz Kafia (DKI Jakarta), Syarif (Lampung), Abdul Qodir (Jawa Timur) dan Delis (Sulawesi Tengah).

Laki-laki yang akrab dengan panggilan OSO tersebut mengaku bahwa dirinya melihat dan merasakan sebagian dari pemuda Indonesia yang rasa kebangsaan mereka telah luntur. Bahkan ada publik figur yang dia nilai salah menempatkan pancasila sebagai ideoligi negara. “Perilaku artis tersebut telah membuat cacat citra anak bangsa yang saat ini mengalami krisis jati diri,” kata anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat tersebut.

Lebih jauh OSO menyebutkan, sejarah dan budaya tidak bisa dihilangkan. Pihak-pihak yang berusaha untuk menghilangkan atau mengaburkan sejarah itu sama saja artinya dengan murtad. Karena itu, OSO mengajak warga Betawi untuk kembali membangkitkan budaya.

Terkait dengan budaya Betawi, OSO mengatakan, pelestarian budaya Betawi sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional dapat memperkuat nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.

“Pergelaran seni budaya Betawi ini merupakan upaya membudayakan rasa kebangsaan bangsa Indonesia. Apakah benar dalam hati nurani kita sudah memiliki rasa kebangsaan? Belum tentu.”

Dikatakan, pergelaran seni budaya dapat menyampaikan pesan Empat Pilar MPR RI yakni nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebelumnya, anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta Abdul Aziz Kafia pada kesempatan tersebut menjelaskan, budaya Betawi dekat dengan budaya China, maupun budaya bangsa Eropa yang zaman dahulu pernah menjajah Indonesia. Dia mencontohkan beberapa kuliner Betawi ada kesamaan dengan kuliner di Eropa. (art)

Komentar