JAKARz vTA– Kader muda Partai Golkar mendukung kepengurusan partai berlmbang Pohon Beringin tersebut itu berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) di Bali tahun lalu dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB) dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham.
Mereka menyatakan siap mendukung sepenuhnya dan berada di barisan ARB, dengan catatan sang Ketua Umum memegang teguh konstitusi partai, yakni Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).
“Kami akan tetap berada di depan, di samping, maupun di belakang Pak ARB (Aburizal Bakrie-red) sejauh ARB tetap berpegang teguh pada AD/ART Partai Golkar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Dwie Aroem Hadiyatie melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/1).
Dia mengklaim sebagian besar kader muda Golkar di sejumlah ormas partai itu mendukung kepengurusan hasil Munas Bali diantaranya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Golkar Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
“Saya dan teman-teman yang tergabung dalam kader muda Partai Golkar tidak akan meninggalkan ARB sebagai Ketum Partai Golkar yang sah. Karena dihasilkan oleh munas yang sah juga, yakni Munas di Riau (tahun 2009) dan Munas Bali (tahun 2014),” ujar Aroem yang juga Anggota Komisi VI DPR.
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum untuk menyelesaikan perselisihan internal Partai Golkar melalui jalur hukum dan berdasarkan AD-ART.
Menurut dia, tidak ada cara lain selain memedomani AD-ART Partai Golkar untuk menyelesaikan konflik kepengurusan itu.
Selain itu, Aroem mendesak Menteri Hukum dan HAM segera menerbitkan Surat Keputusan untuk mengesahkan Partai Golkar hasil Munas di Bali.
Soalnya, hanya kepengurusan hasil Munas Bali-lah yang sah dan memiliki dasar hukum yang kokoh. “Secara hukum, Munas Bali sah karena mayoritas pemilik hak suara sah ada di Munas Bali,”demikian Dwie Aroem Hadiyatie. (art)






