JAKARTA– Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung minta kubu Aburizal Bakri (Ical) dan Agung Laksono segera melakukan komunikasi politik untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi di partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
Soalnya, kata Ketua DPR RI 1999-2004 tersebut, Partai Golkar sedang menuju kehancuran bila konflik dibiarkan berlarut-larut. “Jika situasi konflik terus berlanjut saya bisa mengatakan partai dalam keadaan terancam,” kata Akbar usai menerima kedatangan poros muda Partai Golkar, kemarin.
Alasannya, lanjut anggota kabinet pemerintahan Orde Baru tersebut, Partai Golkar tengah menghadapi banyak agenda baik organisasi maupun proses politik seperti pilkada serentak 9 Desember mendatang. Berikutnya menghadapi pemilu legislatif (pileg) yang bermuara kepada pemilihan presiden (pilpres) 2019.”
Jika Partai Golkar sudah mencapai keadaan terancam, jelas mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tersebut, yang diperlukan adalah Musyawarah Nasional yang tidak konvensional atau lazim disebut Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Namun, untuk menyelenggarakan Munaslub, lanjut Akbar, perlu mendapat dukungan dari DPD-DPD Golkar tingkat I. “Kalau ada dukungan DPD-DPD Golkar tingkat I saya kira ini solusi yang baik, karena kalau dilihat situasi hari-hari ini jika dibiarkan terus, Golkar dalam keadaan terancam,” jelas dia.
Ahmad Doli Kurnia dari poros muda Partai Golkat menyebutkan, pihaknya mendorong Agung Laksono dan Aburizal Bakrie untuk menyepakati komitmen menyelesaikan konflik Golkar dengan terlebih dulu mengenyampingkan kepentingan pribadi. “Jika kondisi konflik Golkar terus dibiarkan maka masa depan kader muda sangat terancam,” demikian Ahmad Doli Kurnia. (art)






