JAKARTA– Komisi VIII DPR RI mengusulkan agar pada pelaksanaan haji mendatang lebih banyak melibatkan kalangan TNI dan kepolisian sebagai petugas haji. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya hambatan yang dihadapi jemaah haji Indonesia di Saudi Arabia seperti pada musim haji 2015.
Usul itu disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Rabu (4/11). “Membludaknya jemaah dari seluruh dunia, kita memerlukan petugas yang betul-betul terlatih dan memiliki kemampuan fisik yang lebih prima,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Rabu (4/11).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II ini mengatakan, secara umum pelaksanaan haji 2015 jauh lebih baik daripada pelaksanaan tahun sebelumnya. Namun, DPR memiliki beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.
“Catatan itu antara lain terkait dengan pengurusan visa, transportasi lokal di Arab Saudi, rasio petugas yang tidak memadai dan sistem rekrutmen petugas yang belum sesuai standar dan kebutuhan.”
Selain itu, kurangnya petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan yang belum memadai serta perlindungan jemaah yang belum maksimal juga menjadi catatan DPR untuk diperbaiki pada pelaksanaan haji berikutnya.
Dikatakan, permasalahan penyelenggaraan ibadah haji berikutnya akan semakin banyak dan kompleks karena jumlah jemaah akan bertambah. Apalagi, pihak Arab Saudi menjanjikan menambah kuota haji Indonesia 20. 000 orang.
“Tahun depan, kuota haji Indonesia akan bertambah semakin banyak karena ada tambahan sekitar 60.000 orang lebih dari kuota haji tahun ini. Tentu tantangan untuk memfasilitasi jemaah sebanyak itu akan semakin besar,” demikian Saleh Partaonan Daulay. (art)






