JAKARTA– Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk memantau langsung penanganan asap akibat kebakaran lahan perkebunan dan hutan tidak efektif. Bahkan langkah yang dilakukan Jokowi dinilai sebagai pencitraan semata.
“Langkah yang dilakukan Jokowi tak efektif. Apakah benar dengan berkantor di OKI untuk memantau langsung penanganan asap yang sudah merengut nyawa puluhan jiwa bakal lebih efektif. Kalau dari segi perspektif politik, langkah yang dilakukan Jokowi itu menandakan negara hadir saat rakyatnya mengalami bencana. Tapi, kan yang kena asap itu bukan hanya masyarakat Sumatera Selatan saja. Kan banyak daerah lain juga mengelami bencana asap,” kata Siti Zuhro, Jumat (30/10).
Langkah Jokowi yang memperpendek lawatannya ke Amerika Serikat dan langsung terbang ke salah satu provinsi yang paling parah mengalami asap akibat kebakaran lahan perkebunan dan hutan itu tidak efektif. Malah keberadaan Jokowi merepotkan aparat di daerah. Pada satu sisi, aparat di daerah pontang panting mengatasi asap yang terus meracuni rakyat. Pada sisi lain, juga harus melayani Jokowi.
Yang perlu dilakukan Jokowi bukanlah berkantor di daerah terdampak asap, melainkan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa masalah asap dapat tertangani sebaik-baiknya. “Ini yang harus dilakukan Jokowi. Dan, untuk melakukan itu tidak harus berkantor di daerah yang kena dampak asap. Dari Jakarta itu juga bisa dilakukan,” demikian Siti Zuhro. (art)






