MEDAN – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dinilai telah mencederai sepakbola nasional, karena telah membekukan PSSI. Sebanyak 25.806 penggiat sepakbola di seluruh Indonesia terancam menganggur akibat pembekuan ini. Oleh karenanya sejumlah kalangan mendesak agar Menpora mencabut keputusannya tersebut, karena telah merugikan banyak pihak.
Manajer Persatuan Sepakbola (PS) Patriot Medan, Fityan Hamdy dalam jumpa pers di Medan, Sumatera Utara, Minggu (10/5/2015) menyebutkan, setidaknya di Indonesia terdapat 782 klub sepakbola, dengan rata-rata memiliki 30 pemain. Sehingga dapat dikalkulasi pengangguran atas pembekuan PSSI yang berimbas bekunya Liga Super Indonesia (LSI) adalah sebanyak 23.460 orang pengangguran.
“Ditambah pelatih yang berjumlah 3 orang di masing-masing klub, sehingga dari 782 klub bisa ada pengangguran sebanyak 2.346 orang, jadi totalnya 25.806 orang bakal jadi pengangguran. Ini kan tidak kita inginkan,” kata Fityan.
Khusus untuk wilayah Sumatera Utara sendiri, lanjut Fityan, dipastikan sebanyak 1.920 penggiat sepakbola akan menganggur. Angka tersebut didapat atas perhitungan dari 64 klub di Sumut dengan 30 pemain ditiap klubnya. Selain itu untuk pelatih yang masing-masing klub memiliki tiga pelatih akan terdapat pengangguran sebanyak 192 orang, sehingga total 2112 orang.
“Belum lagi official kan ada tukang urut segala macam jadi ini berdampak kesemua,” ungkapnya.
Pihaknya mengharap Menpora dapat duduk bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menemukan jalan keluar atas konflik ditubuh PSSI. Fityan menambahkan jika induk sepakbola dunia FIFA telah mengakui kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa PSSI 18 April 2015 di Surabaya, maka pembentukan Tim Transisi telah menyalahi putusan FIFA.
“FiFA mengakui kepengurusan yang di Surabaya, kalau induk sepakbola dunia sudah mengakui kepengurusan, apa maksud Menpora bentuk Tim Transisi? itu kan untuk pembentukan pengurus PSSI yang baru,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Suporter Persatuan Sepak Bola Medan dan Sekitarnya (PSMS) Medan, Bonar Hasibuan mengatakan, keputusan Menpora mengakibatkan berhentinya seluruh kegiatan suporter diseluruh Indonesia.
“Menurut saya kebijakan Menpora terlalu arogan dan banyak mengecewakan insan sepakbola terutama suporter,” ujar Bonar.
Pria yang akrab disapa Wak Laboe itu mengharap Menpora dapat lebih arif dan bijaksana dan menyatakan bahwa kebijakannya salah. Dengan demikian dia mendesak Menpora mencabut kebijakannya. Dirinya menduga langkah politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan membekukan PSSI, hanya untuk menunjukkan eksistensi sebagai menteri Kabinet Kerja.
“Kebijakan Menpora harus di cabut. Menpora ini berlebihan ingin show off seperti Menteri Susi (Menteri Kelautan) yang tenggelamin kapal, dia (Menpora) ingin tunjukkin juga kalau ‘saya juga bisa’,” sindir Bonar. (ap)





