JAKARTA– Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi tidak perlu membekukan kepengurusan PSSI. Kalaupun pemerintah memandang ada yang tidak beres dalam pengelolaan sepakbola di tanah air, Mempora sebagai pembina olahraga di tanah air dari unsur pemerintah cukup membenahi atau meluruskan saja tanpa harus memberikan sanksi yang mengaibatkan kerugian besar terhadap insan sepakbola di tanah air.
Hal tersebut diamini anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yayuk Basuki. “Sebenarnya Imam Nahorowi tidak perlu mengeluarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) untuk membekukan PSSI. Soalnya, yang rugi itu jelas insan sepakbola Indonesia,” kata Yayuk, Rabu (11/5).
Namun, putusan ‘terpaksa’ oleh Menpora mencabut pembekuan PSSI mendapat apresiasi dari Yayuk, petenis putri terbaik Indonesia sembilan puluhan tersebut.
“Saya apresiasi, apalagi banyak teman atlet ngeluh semua, harusnya tidak perlu dibekukan. Tapi oke lah… apresiasi sudah mencabut ini,” kata Yayuk).
Bagaimana juga, lanjut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah itu, PSSI merupakan representasi Indonesia di mata dunia, dalam urusan sepak bola. Karena itu ia berharap ke depan pemerintah ikut melakukan perbaikan.
“Sebetulnya (pencabutan-red) untuk kebaikan negeri dan akhirnya bisa mulai berjalan lagi. Semoga kompetisi berjalan baik, tidak hanya atlet saja dan aspek ke bawah penjual atribut bisa hidup lagi, mudah-mudahan.”
Diketahui pencabutan sanksi PSSI oleh pemerintah semata-mata dilakukan karena menghormati Mahkamah Agung dan menghargai komitmen FIFA terhadap kemajuan sepak bola di Indonesia.
Pada kesempatan terpisah, anggota Exco PSSI, Tony Aprilani menyambut positif pencabutan SK pembekuan PSSI oleh Menpora. Dengan pencabutan pembekuan tersebut, pihaknya segera melakukan rapat untuk menentukan program yang harus segera dijalankan. “Terima kasih pembekuan sudah dicabut. Kami langsung melanjutkan program-program kerja yang belum terlaksana selama masa pembekuan,” kata dia.
Menurutnya, itu penting dilakukan untuk menjawab keinginan para klub anggota yang menyebut program tak berjalan. Salah satu program krusial yang harus dilakukan adalah menggelar kongres tahunan. Biasanya, kongres tahunan digelar awal tahun. Tapi, mereka tak kunjung menggelar kegiatan itu. Soal kompetisi juga akan dipertimbangkan, dan dibahas lebih lanjut oleh Exco PSSI.
Ya, pemerintah akhirnya resmi mencabut pembekuan PSSI. Menpora Imam Nahrawi memastikan telah menandatangani surat pencabutan sanksi terhadap PSSI, Selasa (10/5). “Iya saya cabut surat (sanksi penonaktifan PSSI) yang pernah kami keluarkan,” kata Imam.
Menurut Imam, ada beberapa alasan sehingga sanksi yang telah bertahan setahun lebih itu dicabut. Selain menghormati putusan Mahkamah Agung yang menolak banding atas putusan Pengadilan Tinggi, juga untuk menghargai FIFA.
“Ini semata-mata karena menghormati Mahkamah Agung dan menghargai komitmen FIFA, seperti yang sudah disuratkan kepada Mensesneg. Dan itu sudah disepakati oleh FIFA yang punya komitmen besar terhadap sepak bola Indonesia,” tutur Imam. (art)






