JAKARTA– DPR RI mengkritik perlakuan pemerintah khususnya aparat penegak hukum kepada pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono yang tertangkap ketika hendak menyaksikan Lomba Balap Formula One di Shanghai, China beberapa waktu lalu.
Salah satu kritik tersebut dilontarkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno. Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI itu mengatakan, dia melihat Samadikun Hartono diperlakukan begitu istimewa begitu sampai di Indonesia dari Tiongkok.
“Katanya korupsi adalah extraordinary crime seperti kejahatan terorisme dan narkoba? Namun mengapa perlakuan terhadap Samadikun Hartono begitu istimewa? Dijemput bagai pahlawan melalui fasilitas VIP bandara oleh pejabat tinggi negara,”kata Teguh, Jumat (22/4).
Dia menyaksikan Samadikun tiba tanpa diborgol atau mendapat perlakuan hina seperti yang bisa dilihat bila Densus 88 menggelandang terduga teroris. Terduga teroris diperlakukan seperti pesakitan. Namun, orang yang sudah terbukti koruptor dan buron malah diperlakukan bagai pahlawan.
“Penjaranya pun Salemba. Amat berbeda dengan Abu Bakar Ba’asyir atau Gayus Tambunan yang doyan lari dari prodeo. ada apa? jaksa Agung harus menjelaskan mengapa koruptor buron ini diperlakukan istimewa?” tegas Teguh. (art)






