Breaking News
Pengawasan

Ketua DPR Tinjau Suasana Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen

×

Ketua DPR Tinjau Suasana Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Ketua DPR RI Setya Novanto meninjau suasana arus mudik di Stasiun Kereta Api Pasar Senen, Jakarta, Kamis (22/06/2017). Novanto mengapresiasi pihak PT. Kereta Api Indonesia dan Kementerian Perhubungan yang sudah menyiapakan fasilitas arus mudik dengan sangat baik.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Kamis siang (22/6), Novanto sempat menemui salah satu pemudik bernama Yanto yang akan mudik ke Semarang dengan menggunakan Kereta Matra Remaja. Novanto menyapa dengan ramah dan menanyakan banyak hal tentang layanan mudik di stasiun tersebut.

Di tempat yang sama, Novanto juga menemui pemudik suami istri dengan dua anak yang ingin pulang kampung ke Banjarnegara. Suratno dan Ana sepasang insan itu diajak berdialog dengan Novanto yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Suratno dan Ana merasa nyaman mudik tahun ini. Novanto juga berpesan kepada para pemudik yang ditemuinya agar tak membawa sanak keluarga baru saat kembali ke Jakarta. Masyarakat di daerah agar tetap berada di daerah membangun desanya masing-masing.

“Saya Bersama Menteri Perhubungan dan Dirut Kereta Api langsung menyaksikan para pemudik. Kami juga melihat loket tiket sampai registrasi pembayaran dan bertemu dengan masyarakat. Para pemudik sangat bahagia, sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Menteri Perhubungan bahwa semua telah berjalan dengan lancar,” ucap Novanto.

Dia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kesiapan arus mudik tahun ini, termasuk aparat kepolisian yang ikut mengamankan titik-titik keberangkat arus mudik di berbagai daerah. “Pada lebaran kali ini, semuanya bisa berjalan aman. Tentu kita berterima kasih kepada Pak Jokowi dan Pak JK yang sangat memperhatikan kelancaran arus mudik untuk masyarakat kecil,” tambahnya.

Dalam kunjungannya itu, Novanto langsung melakukan pengecekan ke tempat pelayanan tiket dan pengecekan langsung ke dalam gerbong KA yang hendak meninggalkan Jakarta.

Bahkan Setya Novanto melepas keberangkatan kereta dengan memperagakan semboyan 40 yang biasanya dilakukan petugas dengan cara mengangkat tongkat dengan rambu berbentuk bundar (eblek) berwarna hijau dengan tepian putih.

Semboyan 40 memberi isyarat kepada masinis bahwa status jalur yang akan dilewati dalam keadaan aman, dan kereta api diizinkan untuk berjalan.

Kemudian ditanggapi dengan semboyan 41 dengan cara kondektur kereta api membunyikan peluit panjang/suling mulut yang mengisyaratkan bahwa kereta api diizinkan untuk diberangkatkan.(chan)

Komentar