PARLEMENTARIA.COM– Menilai alasan tidak masuk akal, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengutuk aksi koboi oknum polisi di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan, sebuah mobil membawa satu keluarga diberondong oknum polisi dengan tembakan senapan yang menyebabkan seorang meninggal dan lima lainnya kritis. “Ini menunjukkan ‘mindset’ polisi tidak berubah dan layak diberhentikan tidak hormat,” kata politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Karena itu, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Aceh Darussalam itu seperti siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Kamis (20/4) mendesak Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolda Sumsel dan Kapolres Lubuk Linggau serta memecat oknum polisi bersangkutan.
Menurut Nasir, pencopotan merupakan sebuah bentuk tanggungjawab struktural dan moral Kapolri untuk menyelamatkan jargon profesionalisme, modern dan terpercaya seperti apa yang didengung-dengungkan selama ini. “Para korban diperlakukan seperti teroris, padahal mereka akan pergi ke undangan. Ini sejarah kelam dan gelap dunia kepolisian kita,” kata dia.
Seperti diberitakan sejumlah media, rombongan keluarga yang melintas menggunakan mobil Honda City hitam dengan plat BG 1488 ON ditembak oknum polisi di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4) malam.
Kejadian sekitar pukul 11.00 WIB itu dikatakan, karena kendaraan itu melarikan diri saat dihentikan petugas yang sedang melakukan razia.
Akibat peristiwa itu, Surini tewas seketika setelah terkena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.
Lima lainnya yang ada dalam mobil itu mengalami luka kritis, yakni Diki luka di bagian punggung, Indra di tangan bagian kiri, Novianti di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina di lengan sebelah kiri.
Satu orang bocah berusia tiga tahun, Genta Wicaksono juga ikut mengalami luka yang diduga terserempet peluru. Rombongan keluarga yang berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ini sejatinya ingin menghadiri hajatan salah seorang keluarganya.
Menurut informasi, saat ini Polres Lubuklinggau dan Polda Bengkulu sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap kejadian ini. Satu oknum anggota Polres Lubuk Llinggau sedang diperiksa secara intensi. (art)






