PARLEMENTARIA.COM– Pesantren mempunyai jasa yang sangat besar dalam dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Karena jasanya itu, pesantren harus mendapatkan perhatian lebih dari negara. Perhatian itu bisa saja berupa alokasi anggaran, pembangunan infrastruktur atau meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar yang ada di pesantren.
Hal tersebut dikatakan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Cintawana, Singaparna di Tasikmalaya, Senin (10/4). Kehadiran Ketua MPR disambut langsung Pimpinan Ponpes KH Asep Ahmad Suja’i dan ratusan santri yang sudah menunggu sejak pagi.
Siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Selasa (11/4), KH Asep dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya Pesantren Cintawana mendapat perhatian dari Ketua MPR RI. “Tidak banyak pejabat negara yang mau dan mampu meluangkan waktunya jauh jauh ke Cintawana. Pak Zul ini istimewa karena selalu punya waktu untuk Ummat lebih khusus untuk Pesantren.”
Pertemuan dengan Ketua MPR juga dimanfaatkan KH Asep mengungkapkan keluh kesahnya. “Pak Zul sudah 1 abad Cintawana berdiri, tapi kami merasakan sulitnya akses bagi pesantren untuk membangun.”
Santri antusias menyimak Sosialisasi Empat Pilar yang disampaikan secara interaktif oleh Zulkifli Hasan. Bentuknya melalui test hafalan Pancasila. “Jadi Santri harus percaya diri karena punya ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. Dengan daya juang tinggi, belajar sungguh sungguh dan doa saya yakin Santri bisa lebih baik dari lulusan Sekolah Umum.”
Hadir mendampingi Ketua MPR RI, Komposer musik asal Tasik Dwiki Dharmawan, Anggota DPR Fraksi PAN Chaeruddin dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. (art)






