Parlementaria.com – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, M.Si, didampingi anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Rozy Putra, menerima jajaran pengurus DPD Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kota Bogor dalam sebuah audiensi yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, Rabu (30/7/2025) tadi siang di Gedung DPRD setempat.
Rombongan DPD IKM Kota Bogor dipimpin langsung oleh Ketua DPD IKM, Rizal Utami, SH, bersama Ketua Harian D. Rahman Dt. Maharajo dan Sekretaris Nasrullah, serta sejumlah perwakilan pengurus DPC IKM se-Kota Bogor. Dalam suasana yang akrab dan konstruktif, pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai isu strategis yang menyangkut dinamika masyarakat Minang di Kota Bogor, khususnya dalam aspek sosial dan ekonomi.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kondisi Pasar Anyar, di mana sekitar 90 persen pedagangnya merupakan warga perantauan asal Minangkabau. Ketua DPC IKM Tanah Sereal, Indra Ayufis, menyampaikan bahwa kenyamanan dan keamanan di pasar tersebut belakangan ini mulai menjadi perhatian pedagang, terutama pasca terjadinya dua insiden kebakaran dalam waktu yang relatif berdekatan, terakhir usai Hari Raya Idul Adha.
Indra menjelaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan indikasi bahwa sumber kebakaran bukan berasal dari korsleting listrik, dan pihak pedagang berharap adanya tindak lanjut yang lebih jelas agar kekhawatiran ini tidak berlarut. Ia juga menyampaikan aspirasi agar pengelolaan pasar ke depan bisa semakin responsif terhadap kebutuhan pedagang.
Apresiasi Pemkot Bogor
Dalam kesempatan tersebut, Rizal Utami turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Bogor melalui Perumda Pasar yang telah berupaya merevitalisasi sejumlah pasar rakyat. Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan adalah sebuah langkah strategis demi meningkatkan kenyamanan dan tata kelola pasar yang lebih baik.
Namun demikian, Rizal juga berharap agar proses revitalisasi tersebut dapat diiringi dengan perencanaan matang, termasuk penyediaan solusi sementara bagi pedagang terdampak agar kegiatan ekonomi tetap berjalan dengan baik selama masa pembangunan.
“Kami percaya bahwa revitalisasi pasar akan membawa dampak positif bagi peningkatan PAD dan kesejahteraan pedagang. Namun kami juga berharap agar keberlanjutan usaha rakyat tetap menjadi prioritas, dengan dukungan langkah-langkah teknis yang memadai di lapangan,” ujar Rizal dengan penuh harap.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Riza Putra, menambahkan bahwa pihaknya terus mengikuti perkembangan di lapangan melalui inspeksi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian yang adil dan berimbang, sembari tetap menunggu laporan resmi dari instansi terkait.
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian DPD IKM terhadap dinamika kota, dan berjanji akan memfasilitasi ruang dialog antara DPD IKM dengan jajaran Pemerintah Kota serta Direksi PD Pasar Bogor.
“Saya percaya bahwa IKM bukan hanya sekadar organisasi perantau, tetapi bagian penting dari denyut kehidupan sosial dan ekonomi Kota Bogor. Tentu kami di DPRD ingin memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat tersampaikan dan ditindaklanjuti,’” ujar Adit.
Pertemuan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarorganisasi masyarakat Minang di Kota Bogor, seperti IKM, PKMS, dan Limkos. Berbagai wacana strategis seperti pembentukan koperasi, penguatan sistem informasi organisasi, hingga kegiatan sosial keagamaan turut dibahas sebagai bentuk kontribusi nyata IKM bagi kemajuan kota.
DPRD Kota Bogor, melalui peran legislatifnya, juga berkomitmen untuk mendorong lahirnya regulasi baru dalam bentuk Perda yang akan memperkuat kinerja Perumda Pasar. Harapannya, ke depan pasar-pasar rakyat di Bogor dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang sehat, berdaya saing, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat. (al)






