PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peran kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik yang masih berlangsung.
“Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, perlambatan ekonomi pascapandemi, hingga tekanan terhadap sektor industri. Dalam situasi seperti ini, sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya peran BUMN, menjadi sangat penting,” ujar Cucun pada pembukaan seminar nasional bertema “Peran BUMN dalam Memperkuat Ekonomi Dalam Negeri”, di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (25/7/2025).
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Reformasi struktural, peningkatan iklim investasi, hingga digitalisasi sektor ekonomi telah dijalankan. Namun, efektivitasnya tetap membutuhkan keterlibatan aktif dan koordinasi dari seluruh elemen bangsa, termasuk BUMN.
Menurut Cucun, BUMN memiliki posisi strategis karena mewakili banyak sektor penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, keterlibatan aktif BUMN dalam membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif dan berkeadilan menjadi sangat krusial.
Melalui seminar ini, diharapkannya tercipta ruang dialog yang konstruktif serta pertukaran gagasan antara berbagai pemangku kepentingan. “Ini adalah momentum untuk mempertemukan teori dan praktik, analisis dan aksi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri secara ekonomi,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H Ganinduto menyebut BUMN bukan hanya sekadar entitas bisnis milik negara. Perusahaan pelat merah itu bahkan menjadi agen pembangunan yang menjalankan mandat sebagai negara.
“Termasuk, di dalamnya adalah mewujudkan pemerataan ekonomi menyediakan layanan dasar dan infrastruktur menggerakkan sektor industri dan UMKM serta menjaga kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional melalui transformasi yang sedang dijalankan oleh kementerian BUMN,” kata Firnando.
Legislator dari Partai Golkar itu menyebut peran BUMN dalam ekonomi nasional sangat relevan. Terlebih, dalam konteks pemulihan ekonomi bahkan pasca Pandemi Covid-19. Di sisi lain, ia mendorong agar konsolidasi cluster efisien dan digitalisasi membuat kerja BUMN semakin profesional dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun global.
“Tidak kalah penting domain juga harus hadir hingga ke pelosok lebih termasuk jendela yang seperti Papua sebagai bagian dari upaya yang mewujudkan keadilan ekonomi,” katanya.
Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Rosdiana Sijabat juga
menegaskan pentingnya peran BUMN dalam menopang perekonomian nasional. Dia menyebutkan setidaknya ada dua tugas mulia BUMN, yaitu peran ekonomi dan peran sosial.
“Sebagai korporasi, BUMN dituntut untuk meraih keuntungan maksimal dan berkontribusi nyata bagi negara melalui dividen, pajak, maupun kontribusi non-pajak. Di sisi lain, BUMN memikul tanggung jawab pelayanan publik atau public service obligation,” katanya. (*)






