PARLEMENTARIA.COM – Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mendorong agar sistem penjaminan layanan kesehatan bagi Anggota DPR RI terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi medis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan bedah robotik yang dinilai perlu masuk dalam skema penjaminan apabila digunakan untuk penanganan penyakit.
Hal itu disampaikan Anggota BURT DPR RI Alex Indra Lukman saat mengikuti kunjungan kerja BURT DPR RI ke Rumah Sakit Bunda, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (5/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, BURT meninjau langsung kesiapan dan kualitas fasilitas kesehatan mitra penyedia layanan bagi Anggota DPR RI.
Alex menilai, perkembangan teknologi kedokteran yang semakin pesat harus diikuti dengan regulasi penjaminan kesehatan yang lebih adaptif. Menurutnya, metode pengobatan berbasis teknologi modern, termasuk bedah robotik, seharusnya tidak terhambat oleh persoalan administrasi sepanjang tindakan tersebut ditujukan untuk penanganan penyakit.
“Pada prinsipnya, yang tidak ditanggung asuransi adalah layanan yang berkaitan dengan kebutuhan estetika atau kecantikan. Namun, apabila menyangkut penanganan penyakit, apa pun metode yang digunakan, baik melalui teknologi robotik maupun tindakan medis konvensional, seharusnya dapat dijamin oleh asuransi,” ujar Alex.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menekankan perlunya kejelasan aturan dalam skema asuransi kesehatan yang dikelola PT Jasindo. Ia berharap penyempurnaan kebijakan dapat memberikan kepastian layanan bagi peserta asuransi, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi medis yang lebih maju.
Di sisi lain, Alex mengapresiasi kualitas pelayanan Rumah Sakit Bunda Medical Center Padang. Banyaknya pasien yang datang, menurutnya, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa kepercayaan itu harus terus dijaga melalui peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap Rumah Sakit Bunda dapat bertransformasi lebih cepat. Perkembangan penyakit berlangsung sangat dinamis sehingga pelayanan kesehatan juga harus terus berinovasi dan beradaptasi,” tutur Alex.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di dalam negeri. Menurut Alex, kemampuan tenaga medis Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Karena itu, rumah sakit perlu memastikan pasien merasa yakin bahwa fasilitas kesehatan nasional mampu memberikan solusi terbaik atas persoalan kesehatannya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bunda Padang Helgawati menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan fasilitas dan layanan. Saat ini, rumah sakit memiliki kapasitas 115 tempat tidur dan tengah menyelesaikan penambahan 59 tempat tidur baru, sehingga total kapasitas akan meningkat menjadi 170 tempat tidur.
Penambahan kapasitas tersebut akan didukung pengoperasian gedung baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 Juli 2026. Rumah sakit juga didukung lebih dari 100 dokter dari berbagai bidang spesialisasi serta sekitar 500 tenaga kesehatan dan karyawan. Saat ini, sekitar 90 persen pasien yang dilayani merupakan peserta BPJS Kesehatan.
Helgawati menyampaikan, Rumah Sakit Bunda Padang juga memperkuat layanan berbasis kenyamanan pasien, antara lain melalui penyediaan petugas pendamping atau person in charge (PIC). Petugas tersebut bertugas membantu pasien dan keluarga sejak kedatangan hingga proses layanan selesai, terutama bagi pasien yang membutuhkan pelayanan lebih cepat dan terarah.
Dalam kesempatan itu, manajemen rumah sakit turut memaparkan pengembangan layanan bedah robotik yang menjadi salah satu keunggulan Rumah Sakit Bunda Group. Teknologi tersebut telah diterapkan sejak 2012 dan digunakan untuk berbagai tindakan medis yang membutuhkan presisi tinggi, termasuk kasus obstetri dan ginekologi. Melalui kunjungan ini, BURT DPR RI berharap fasilitas kesehatan mitra terus meningkatkan kualitas layanan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (*)






