Breaking News
Daerah

Pengusaha Emas Sumbar Bangun Jalan 1,6 KM Gunakan Dana Pribadi

×

Pengusaha Emas Sumbar Bangun Jalan 1,6 KM Gunakan Dana Pribadi

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Hj. Yusneti Yossie Ismael Wahid, pengusaha emas asal Aur Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, menjadi sorotan publik setelah membangun jalan di kampung halamannya menggunakan dana pribadi. Jalan tersebut membentang sepanjang 1.600 meter dengan lebar 8 meter di Nagari III Koto Aua Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang.

Pembangunan jalan yang kini dinamai Jalan H. Ismael Wahid itu sepenuhnya dibiayai oleh Hj. Yusneti Yossie, pemilik Yossie Group yang bergerak di bidang jual beli emas dan berlian di Jakarta. Sebelumnya, akses tersebut hanyalah jalan setapak sempit yang sulit dilalui kendaraan. Namun sejauh ini tidak disebutkan berapa nilai pembangunan jalan itu.

Dalam peresmian jalan yang berlangsung penuh haru, Kamis (26/6), Hj. Yusneti mengenang masa kecilnya di kampung, di mana akses jalan sangat sulit dan kehidupan keluarganya pun serba kekurangan. Ia menuturkan, pengalaman masa kecil itu menjadi motivasinya untuk membangun kampung agar lebih mudah diakses dan aman.

“Alhamdulillah, mimpi saya waktu kecil untuk mambangkik batang tarandam akhirnya terwujud,” ujar Hj. Yusneti dalam sambutannya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan keluarga besar, termasuk H. Azwar Wahid (Mak Aciak Sagi) dan H. Dulhadi Baudi.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) yang hadir meresmikan jalan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Hj. Yusneti dan keluarganya. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk nyata kepedulian perantau terhadap kampung halaman dan menjadi teladan bagi warga lainnya.

“Ini benar-benar keren, luar biasa,” ujar Bupati JKA, sembari mengacungkan jempol. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat setempat yang turut bergotong royong dalam proses pembangunan.

Pembangunan jalan ini tidak hanya membuka akses dan mobilitas warga, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara perantau dan warga kampung. Diharapkan, langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi nagari lain dalam membangun secara mandiri dan berkelanjutan. (al/am)

Komentar