Daerah

Hetifah: Balikpapan Harus Jadikan Ekonomi Kreatif Sebagai Unggulan

PARLEMENTARIA,COM– Sebagai One of The Most Liveable City atau kota layak huni, Balikpapan harus dapat meletakkan ekonomi kreatif sebagai unggulan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian ketika dipercaya sebagai pembicara utama (keynote speaker) Sosialisasi Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA) yang digelar Badan Ekonomi Kreatif RI di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Sabtu (8/9).

Acara sehari itu dihadiri sedikitnya 150 pelaku ekonomi kreatif di Kota Minyak tersebut. Selain Hetifah juga tampil sebagai nara sumber Maman Rahmawan (Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengolahan Data, Bekraf RI), Ilham Pinastiko (Founder PALA Nusantara) serta Harjono Sukarno (Direktur PBMT Ventura).

Dikatakan Hetifah, wakil rakyat dari Dapil Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) ini dalam keterangannya melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Sabtu (8/9), ekonomi kreatif tak hanya berperan dalam perekonomian nasional tetapi juga turut menyerap tenaga kerja.

Karena itu, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) tersebut mengharapkan masyarakat berperan aktif diantaranya dengan mengenalkan dan mengapreasisasi produk ekonomi kreatif, menciptakan branding local sebagai ciri khas ekonomi kreatif daerah dan mempromosikan hasil ekonomi kreatif.

Menurut perempuan berhijab ini, beberapa faktor yang harus diperhatikan pelaku ekonomi kreatif untuk peningkatan usaha adalah terus meningkatkan kreatifitas, memanfaatkan kemajuan teknologi (IT), memanfaatkan media dan pengembangan industri.

Dikatakan Hetifah, sedikitnya ada tujuh isu sebagai tantangan ekonomi kreatif yang harus diatasi yakni Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan bahan baku, daya saing industri, pembiayaan/akses permodalan, pasar, infsrastruktur dan tekonologi, kelembagaan dan iklim usaha.

Ekonomi kreatif lahir dari ide dan gagasan. Konsepnya ekonomi menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam meningkatkan perekonomian nasional. Saat ini, ekonomi kreatif memberikan kontribusi 7,38 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) perekonomian nasional.

Pada kesempatan serupa, Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengolahan Data Bekraf RI, Maman Rahmawan mengatakan, acara ini penting untuk dapat meningkatkan output dan kreatifitas.

Menurut Maman, ada tiga sub sektor ekonomi kreatif unggulan yakni kuliner, fashion dan kriya. Kuliner menyumbang 41,4 persen, fashion 18,1 persen serta kriya (seni) 15,4 persen. “Karena itu, ekonomi kreatif terus didukung untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” jelas Maman.

Sementara itu, Ilham Pinastiko selaku pendiri PALA Nusantara, Napak Rasa, Sate Klatak dan Matoa menceritakan ide kreatif. Diantara ide kreatif tersebut adalah menciptakan jam tangan kayu.

Menurut Ilham, value sebuah kayu bisa diangkat menjadi produk dengan daya jual tinggi. Harga kayu Rp 155.000,- bisa menjadi 1 jutaan rupiah. “Bagaimana saya memanfaatkan potensi alam, mewujudkan inovasi dan ide kreatif menjadi sebuah bisnis,” papar lulusan Desain Produk ITB ini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top