Kesra

MUI Gelar Seminar Pendidikan Karakter

PARLEMENTARIA.COM – Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan MPR RI menggelar seminar Pendidikan Karakter dan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Berbasis IT, di Aula Buya Hamka lantai 4 Kantor MUI Pusat Jalan Proklamasi No.51 Jakarta, Rabu (2/5/2018).

 

Ketua Umum MUI  KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, Pancasila adalah titik temu atau kalimatunsawa diantara golongan-golongan dalam bangsa Indonesia. “Kalau ada yang mempersoalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara adalah sikap yang tidak benar. Kenapa kita menolak khilafah. Bukan berarti khilafah tidak cocok dengan Islam melainkan Islam tidak hanya khilafah,” tandasnya.

 

Menurut kiai Ma’ruf, negara-negara Islam bisa berbentuk kerajaan seperti di Arab Saudi, bisa bentuk ke-emir-an seperti Qatar, Kuwait dan bisa juga berbentuk republik. “Intinya, mengapa kita menolak khilafah karena kita sudah punya kesepakatan yakni Pancasila dan UUD 1945 yang mengatur negara kita berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah memaparkan, saat ini ada lima jenis institusi pembentuk karakter generasi muda bangsa, yakni keluarga, sekolah, lingkungan sosial, televisi dan media sosial atau gadget.

 

Menurut Basarah, khusus penggunaan gadget dan media sosial, tidak ada lembaga pengawasnya, karena semua informasi dan pesan komunikasi pada media tersebut dapat diterima penggunanya tanpa ada filter dari institusi apapun secara efektif.

 

“Pada akhirnya tidak sedikit anak-anak bangsa kita yang dididik dan dibentuk karakternya oleh medsos yang semua sistemnya, facebook, tiwtter, instagram dan lain-lain yang dibuat dan dikendalikan oleh pihak asing,” ujarnya.

 

Basarah mengatakan, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 ini, hendaknya dijadikan momentum akan pentingnya untuk memasukkan kembali mata pelajaran Pancasila sebagai mata pelajaran pokok dan wajib ke dalam semua jenjang kurikulum pendidikan nasional termasuk lembaga-lembaga pendidikan internasional yang beroperasi di Indonesia agar generasi muda bangsa ini punya daya tahan ideologis yang kokoh. (ks)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top