Pengawasan

Bamsoet Minta Sosialisasikan Go Online UMKM Hingga Pelosok Daerah

PARLEMENTARIA.COM– Ketua DPR RI, Bambang Soesetyo minta agar Program Go Online Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diinisiasi pemerintah segera disosialisasikan.

Soalnya, kata politisi senior Partai Golkar tersebut, komunitas pelaku UMKM yang tersebar di pelosok wilayah Indonesia layak mendapatkan informasi yang lengkap tentang program ini.

Sosialisasi program harus intensif dilakukan, terutama terkait dengan rencana, target dan tahapan-tahapan (time schedule) Go Online UMKM. “Karena pelaku UMKM bertebaran di banyak daerah, Kemenkop UKM dan Kominfo harus bekerja sama dengan semua pemerintah daerah,” kata Bambang dalam keterangan persnya, Minggu (29/4).

Dinas-dinas perekonomian di daerah, kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini, harus menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan program Go Online UMKM karena asumsinya. pemerintah daerah punya data, paling tahu tentang potensi daerah, jumlah pelaku dan produk-produk UMKM setempat.

Pemerintah memang harus bekerja lebih cepat karena digitalisasi serta otomasi sudah merambah mekanisme kegiatan industri, produksi, lalu lintas barang dan jasa serta transaksi.

“Bekerja cepat menjadi keharusan agar sektor bisnis dalam negeri, utamanya UMKM, dapat mengejar keterlambatan mereka beradaptasi dengan era digitalisasi dan otomasi sekarang ini.”

Dikatakan, ada beberapa indikator yang menunjukan keterlambatan UMKM Indonesia beradaptasi dengan era digitalisasi. Paling utama. belum meratanya jaringan internet di seluruh wilayah tanah air, masih kecilnya persentase UMKM yangmemanfaatkan jasa online untuk mempromosikan dan memasarkan produknya.

Hasil riset Mckinsey Institute, hingga akhir tahun lalu ada 59,9 juta unit bisnis UMKM di Indonesia. Dari jumlah itu, baru 3,97 juta unit UMKM yang sudah memanfaatkan ranah digital.

Hasil riset itu bukan hanya memperlihatkan persentase yang teramat kecil, tetapi juga menjelaskan dengan gamblang betapa UMKM lokal sangat terlambat.

Data itu sudah menjelaskan banyak aspek. Masih begitu banyak pelaku UMKM yang belum punya akses untuk mencari informasi tentang permintaan atau kebutuhan pasar, baik permintaan pasar domestik maupun pasar ekspor. Semua itu terjadi karena belum meratanya jaringan internet.

Bila pelaku UMKM kawasan Tengah dan Timur Indonesia mendapatkan akses untuk memasarkan dan mempromosikan produknya dengan jaringan internet, diyakini kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional semakin signifikan. “Bahkan, jumlah pelaku UMKM dipastikan terus bertambah,” demikian Bambang Soesetyo. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top