Pengawasan

Fahri Hamzah: Anggaran Pembangunan Gedung Baru DPR RI Hanya Angka

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menuding, anggaran untuk pembangunan gedung baru DPR RI sudah dianggarkan digunakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan International Monetary Fund (IMF) di Bali. Kegiatan itu bakal digelar di Bali, 12-14 Oktober tahun ini.

Buktinya, kata Fahri Hamzah kepada awak media di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/4), kami tidak dikasih uang untuk pembangunan gedung DPR RI). “Kami kena fitnahnya sudah berkali-kali. Buktinya, uang untuk pembangunan itu tidak ada, malah tiba-tiba ke luar uang untuk biaya penyelenggaraan IMF di Bali Rp1 triliun, for nothing gitu loh,” kata poliutisi senior Partai Keadilan Sejahtera itu.

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, pembangunan gedung DPR RI ini sama dengan membuat rumah rakyat, bukan rumah untuk anggota DPR.

Sebab, kata Fahri, ketika gedung baru itu selesai, anggota DPR periode sekarang, bisa saja tidak menjadi anggota DPR lagi. “Gedung baru itu untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, untuk masa depan demokrasi kita,” jelas dia.

Sudah seperti itu saja, lanjut dia, tidak juga dibangun. “Sudah kayak gitu tuh. Lihat tuh ruangannya anggota DPR RI. Camat saja masih hebat ruangannya. Jadi, untuk demokrasi nggak mau. Untuk orang asing saja dikasih Rp1 triliun,” umpat Fahri.

Menurut dia, hal tersebut menunjukkan, yang berwenang tidak menghargai demokrasi dan bangsa sendiri. “Tidak peduli dengan jumlah rupiahnya. Kalau pemerintah memang nggak mau ya sudahlah karena DPR RI itu memang tidak independen soal anggaran.”

Persoalannya, jelas Fahri yang mengaku tidak maju lagi sebagai calon wakil rakyat pada pemilu mendatang, proposal anggaran itu hanya boleh diajukan eksekutif, DPR tidak punya hak mengajukan anggaran. Kalau setjen usulkan pembangunan berdasarkan aspirasi yang ada, itu kan tetap masuk dalam neraca yang dipegang Menkeu. Itu kan usulan pemerintah,” kata Fahri.

Dikatakan, DPR memang mengawasi pemerintah. Tetapi DPR tidak independen secara anggaran. “Uang dipegang pemerintah. Jadi, kalau ada yang gagah-gagahan, sebenarnya nggak gagah. Mungkin sampai jatuh gedung itu dan menelan korban jiwa, baru bangun gedung baru.”

Mungkin, kalau sudah jatuh korban, atau lift bermasalah, pemerintah baru mengeluarkan anggaran untuk membangun gedung baru. “Sekarang saja, dari 560 anggota ada yang pernah kejebak dalam lift. Coba Anda tanya saja itu. Tapi ya udahlah, DPR, nggak bagus citranya,” kata Fahri.

Fahri mengkritik pemerintah yang dalam sebulan bisa menghabiskan Rp1 triliun untuk acara dengan IMF. “Ya, kalau nggak dicairkan dananya oleh pemerintah, tetap saja nggak jadi apa-apa. Anggaran itu ternyata cuma ada di angka. Itu kan urusannya pemerintah. Jangan tanya DPR lagi dong,” demikian Fahri Hamzah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top