Pengawasan

Perpres TKA Tak Sesuai Janji Jokowi Buka 10 Juta Lapangan Kerja

PARLEMENTARIA.COM – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mempertanyakan janji Presiden Jokowi yang akan membuka 10 juta lapangan pekerjaan untuk rakyat.

Pertanyaan ini dilontarkan Dede, Rabu (11/4/2018) dalam merespon kebijakan Presiden yang justru memberikan kesepatan kerja bagi warga negara asing di Indonesia, yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dia menilai Perpres TKA perlu dikoreksi, karena terkesan kontradiktif dengan janji Presiden Jokoi membuka peluang kerja bagi Warga Negara Indonesia.

Di satu sisi janji membuka kesempatan kerja yang besar, namun di sisi lain, ada Perpres yang memberi kesempatan orang asing bekerja di Indonesia.

“Perpres ini bertentangan dengan janji Presiden Jokowi untuk membuka 10 juta lapangan pekerjaan atau tidak, jika bertentangan itu yang harus dikoreksi,” tegas Dede.

Dede meminta Perpres PTKA dikaji lagi untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan revisi, agar tidak saling bertentangan. Dia mengkhawatirkan aturan ini disalahgunakan untuk menampung pekerja asing.

“Jangan sampai nanti lapangan pekerjaan itu digunakan untuk menampung orang asing,” ujar Dede.

Menurut Dede, pekerja asing yang masuk ke Indonesia harus memiliki tendensi investasi dan transfer teknologi. Pekerja asing juga wajib ditempatkan pada pos-pos tertentu yang tidak mengganggu jatah pekerja lokal.

“Paling tidak harus setingkat tenaga ahli. Kita juga meminta pemerintah untuk mengecek perusahaan mana saja yang memerlukan tenaga kerja asing,” tandas politisi Partai Demokrat itu. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top