Legislasi

Bamsoet Janji DPR Segera Rampungkan UU Permusikan

PARLEMENTARIA.COM– DPR RI segera merampungkan RUU Permusikan. Dengan adanya UU Permusikan, diharapkan permusikan di tanah air fspst menggeliat. Bahkan dengan adanya UU itu, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negeri musik dunia.

“Saya berharap musik Indonesia bisa eksis di mancanegara. Kelak dunia bukan hanya mengetahui K-Pop saja, tetapi juga musik dari Indonesia. Bukan tidak mungkin pula, negara kita akan menjadi negeri musik dunia,” kata Ketua DPR RI, Bambang Soesetyo saat menerima Komite Musisi Indonesia di ruang kerja Pimpinan DPR RI Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/4).

Hadir dalam pertemuan itu Anggota Komisi X DPR RI yang juga musisi, Anang Hermansyah dan sejumlah musisi dari lintas generasi, antara lain Glen Fredly, Irfan Aulia, Kadri Mohamad, Damon Koeswoyo, Frangki Rapen, Andrini Kusuma, dan pengamat musik Bens Leo.

Bamsoet nama panggilan akrab Ketua DPR RI ini menjelaskan, kunci utama eksistensi sebuah karya adalah adanya perlindungan dan kepastian hukum. RUU Pemusikan setelah disahkan diharapkan mampu membuat para musisi kian bergairah dalam memproduksi karya berkualitas.

“RUU Permusikan bisa menjadi payung hukum para musisi mendapatkan hak komersil atas karyanya. Melahirkan sebuah karya seni seperti lagu sangat tidak mudah. Jika negara menjamin penghargaan atas karya para musisi, masa depan musisi dan pekerja musik Indonesia dipastikan akan cerah.”

Bagi Bamsoet, arah Bangsa Indonesia dalam memajukan industri kreatif sudah tepat. Terlebih setelah Presiden membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai lembaga khusus mendorong dan menumbuhkan kreatifitas serta daya inovasi bangsa.

Karena itu, Bamsoet berharap rekan-rekan musisi dapat memanfaatkan keberadaan Bekraf secara maksimal. Satu contohnya adalah kesukseskan penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia.

“Duabelas poin hasil Konferensi Musik Indonesia yang disampaikan ke DPR maupun pemerintah akan mendapat perhatian serius dari kami. DPR melalui fungsi legislasi akan mempelajari berbagai poin tersebut sehingga bisa kita masukan penerapannya di RUU Permusikan,” tutur Bamsoet.

Dijelaskan, Indonesia sudah punya aturan perlindungan bagi berbagai profesi, seperti wartawan, dokter, advokat maupun pekerja kantoran pada umumnya. Namun, belum ada payung hukum perlindungan terhadap pekerja seni. RUU Permusikan bisa menjadi jawabannya.

Dikatakan, dirinya ingin DPR RI periode ini meninggalkan legacy yang baik dan bermanfaat. Pekerja seni merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Karena itu para pekerja seni juga harus dilindungi oleh negara melalui peraturan perundangan.

“Tentu DPR tak bisa sendirian, butuh kerjasama dan masukan dari para musisi agar RUU Permusikan yang dihasilkan betul-betul bisa menjawab berbagai kegelisahan para musisi,” demikian Bambang Soesetyo. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top