Daerah

DPD RI Kecam Penambang Emas Ilegal Gunung Botak Gunakan Bahan Kimia

PARLEMENTARIA.COM– Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengecam penambang emas ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku menggunakan bahan kimia seperti merkuri.

Soalnya, penggunaan bahan kimia itu berbahaya. Dampak merkuri bukan hanya rusaknya lingkung, tetapi juga mengancam anak cucu masyarakat Pulau Buru akibat masuknya bahan kimia ke dalam tubuh manusia melalui rantai makan.

Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan, penambangan Gunung Botak menjadi isu penting. Salah satunya dalam kegiatan advokasi pengawasan ini karena ada kepentingan yang saling bertautan.

“Pada satu sisi, penambangan illegal terus terjadi, di sisi lain aktivitas itu keselamatan lingkungan karena menggunakan bahan merkuri,” kata Ketua Komite II DPD RI itu ketika melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Maluku, Senin (4/12).

DPD mendapat informasi, masyarakat kawasan Gunung Botak keberatan jika lahan itu ditutup dari akses masyarakat. “Permasalahan seperti ini harus diatasi dengan pendekatan yang tepat sehingga kepentingan masyarakat dan kepentingan negara tidak saling bertabrakan,” kata Parlindungan.

Senator asal Maluku, Anna Latuconsina yang ikut dalam kunjungan kerja itu menyoroti kawasan penambangan Gunung yang dilakukan secara illegal karena mengancam pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Anna menilai, permasalahan Gunung Botak harus diselesaikan dengan dialog. Tentunya melalui pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal buruk yang negatif. “Dua tahun lalu kami sempat mendatangi Gunung Botak. Kita melihat pencemarannya luar biasa,” kata dia.

Selain penambangan emas ilegal di Gunung Batok yang menggunakan bahan berbahaya, DPD juga menyoroti terhadap permasalahan Jalan Trans Seram karena jalan ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam percepatan konektivitas wilayah.

“Jalan Trans Seram mempunyai peran penting khususnya wilayah yang sulit dijangkau karena luasnya Pulau Seram dan terbatasnya infrastruktur jalan yang ada,” kata senator Dapil Provinsi Sumatera Utara itu.

Ditambahkan, munculnya permasalahan pembangunan Jalan Trans Seram yang melewati kawasan konservasi Taman Nasional Manusela harus dicarikan jalan keluarnya.

“Bagaimana juga ada dua kepentingan dalam pembangunan jalan Trans Seram ini yaitu menjaga kawasan konservasi pada satu pihak dan membangun infrastruktur jalan untuk kepentingan lainnya.”

Pada kesempatan serupa, Gubernur Maluku Said Assegaff yang menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI menjelaskan permasalahan pertambangan ilegal di Gunung Botak. Fakta menunjukkan bahwa kandungan emas di Gunung Botak tidak besar.

“Itu hanya isu bila banyak emas di pulau Buru. Hal itu mengundang para penambang dari seluruh daerah mencari emas. Bila mengeruk 1 ton, paling hanya dapat 1 gram emas saja. Meski dilarang, masih ada penambang yang melanjutkan aktifitasnya,” kata Said.

Seperti diketahui, penambangan emas ilegal di Gunung Botak juga telah mendapatkan perhatian serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menginstruksikan agar penambangan emas di Gunung Botak ditutup. Walau demikian, masih ada saja penambang yang kembali ke kawasan Gunung Botak. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top