Breaking News
Daerah

Ditemukan 200 Ton Rastra Tak Layak Konsumsi di Gudang Bulog Sago Pesisir Selatan

×

Ditemukan 200 Ton Rastra Tak Layak Konsumsi di Gudang Bulog Sago Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Sekretaris Tim Koordinasi Beras Keluarga Prasejahtera (Rastra) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rosdi yang juga selaku Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Pessel mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan sebanyak 200 ton beras di Gudang Badan Logistik (Bulog) Sago, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, tidak disalurkan sebagai Rastra atau Raskin karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

“Sesuai informasi yang kami dapatkan, bahwa di Gudang Bulog Sago, saat ini tersedia stok beras sebanyak 1.200 ton. Setelah kami cek, ternyata sebanyak 200 ton dan dinilai tidak layak untuk disalurkan, sedangkan 1000 ton dinilai layak,” terangnya kepada Wartawan, di Paninan, Kamis (25/05/2017) lalu.

Dijelaskannya, perbedaan antara beras yang berjumlah 1.000 ton dengan yang 200 ton itu, terlihat sangat mencolok. Perbedaan itu, kata dia, dapat dilihat dari segi warna, kepadatan, dan kondisnya. Beras sebanyak 200 ton itu, warnanya agak kekuning-kuningan serta kondisi berasnya yang berbubuk dan sudah rapuh. Sementara yang 1.000 ton lagi, kondisi berasnya masih putih dan tidak berbubuk, serta juga padat.

“Saat tim Koordiasi Rastra turun ke Gudang Bulog Sago, terlihat saat itu aktivitas memasukkan beras 200 ton ke dalam karung oleh pekerja di Gudang Bulog tersebut. Sehingga kami dari Tim Koordinasi Rastra Pessel menegaskan agar beras yang berjumlah sebanyak 200 ton sebagai mana ditemukan itu, jangan sampai disalurkan sebagai Rastra. Ketegasan itu kami lahirkan dalam bentuk rekomendasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perawatan dan Pengendalian Mutu Bulog Sumbar, Aditiawarman mengatakan, pihaknya memastikan hanya akan menyalurkan beras dengan kualitas baik sebagai Rastra. Namun menurut dia, kualitas beras yang kurang bagus itu hanya 147 ton, bukan 200 ton.

“Beras yang kurang bagus itu bukan sebanyak 200 ton, hanya sekitar 147 ton dari total keseluruhan sebanyak 1.200 ton. Beras yang berjumlah sebanyak 147 itu, nantinya akan diblower, dikipas dan selanjutnya disortir kembali. Nanti ada beberapa upaya dan mekanisme, untuk menentukan seberapa layak untuk disalurkan atau tidak,” terangnya.(hal/chan)

Komentar