PARLEMENTARIA.COM– Hampir 4.500 warga di Nagari Silokek dan Durian Gadang di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat masih terisolasi karena longsor akibat hujan cukup lebat yang mengguyur daerah itu sejak akhir pekan lalu. Longsor membuat akses Muaro Sijunjung ke Silokek dan Durian Gadang putus.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung, Hardiwan mengatakan, hingga kini ribuan warga Nagari Silokek dan Durian masih terisolasi. Badan jalan runtuh hingga sisi sungai cukup panjang, sehingga akses jalan penghubung satu-satunya di kawasan itu lumpuh total.
“Dinas Pekerjaan Umum masih berupaya membuatkan jalan alternatif untuk menghubungkan dua Nagari tersebut. Minimal bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Hardiwan.
Selain merusak jalan, curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Sijunjung sepekan terakhir juga mengakibatkan genangan air di sejumlah titik. Walau belum berdampak terlalu besar, BPBD sudah menyiapkan petugas dan peralatan penunjang untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar.
BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum mentargetkan pengerjaan jalur alternatif penghubung Dua Nagari itu segera selesai dikerjakan dan bisa dilalui kendaraan bermotor. “Ini mengingat anak-anak di dua Nagari tersebut masih dalam situasi ujian akhir. Kita kerahkan alat berat agar pengerjaan cepat selesai.”
Karena diperkirakan curah hujan masih tinggi, BPBD setempat mengimbau seluruh warga agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor. “Sijunjung adalah salah satu wilayah yang rentan banjir dan pergerakan tanah,” demikian Hendrawan. (art)






