Breaking News
Kesra

Herman Khaeron: Diversifikasi Pangan Dukung Ketahanan Nasional

×

Herman Khaeron: Diversifikasi Pangan Dukung Ketahanan Nasional

Sebarkan artikel ini

PARELEMENTARIA.COM– Hal yang subtantif dalam kedaulatan, kemandirian, ketahanan dan keamanan pangan adalah bagaimana caranya bahan kebutuhan pokok itu sampai kepada tingkat individu sebagai Hak Azazi Manusia, secara cukup bergizi seimbang dan beragam.

Itu dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron dalam seminar bersama Wanita Tani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dengan topik “Diversifikasi Pangan Dalam Mendukung Sistem Ketahanan Pangan Nasional’ di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pekan ini.

Dikatakan, kalau berbicara persoalan menuju kedaulatan, kemandirian, ketahanan, dan keamanan pangan, semua sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Ada pernyataan beragam, kata politisi senior Partai Demokrat itu, dikarenakan ke depan harus menjadi sebuah pilihan. Itu merupakan suatu keniscayaan, dimana jumlah penduduk semakin tinggi, kebutuhan konsumsi terhadap karbohidrat atau beras juga semakin tinggi. Namun, di sisi lain ketersediaan lahan semakin sempit.

Hal ini sangat situasional, sampai berapa produktifitas dapat dicapat melalui intensifikasi, sampai kapan peningkatan produktifitas dapat mendukung terhadap setiap peningkatan konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia.

“Dengan kondisi lahan yang semakin sempit, ekstensifikasi juga akan semakin sulit dalam mencari lahan untuk pengembangan terhadap peningkatan utamanya terhadap tanaman pangan yang berbasis beras.”

Dikatakan, program diversifikasi dapat mengangkat kearifan lokal terhadap kompetensi lokal didalam menyediakan pangan yang cukup dan mampu memenuhi terhadap unsur karbohidrat, tetapi lebih aman dari dampak terhadap ketidaksehatan lainnya.

“Ini akan mengangkat ide dan gagasan baru yang sangat penting terhadap pengambilan keputusan regulasi di Komisi IV, dan juga penting untuk mendukung pengalokasian anggaran dan program kedepannya,” ungkap wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat tersebut.

Dikatakan, peningkatan kemampuan swasembada, kedaulatan dan kemandirian pangan, bukan hanya didorong dari peningkatan produktifitas, tetapi juga didorong dari pengurangan konsumsi, sehingga akan meningkatkan potensi-potensi baru dalam komoditas lainnya.

Menurut dia, kita akan tetap survive dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia yang jumlah penduduknya semakin meningkat dan jumlah konsumsinya juga meningkat, sehingga dengan kemampuan lokal inilah ketergantungan terhadap beras secara nasional juga akan berkurang.

“Bila diversifikasi berjalan, kebutuhan pangan bakal terpenuhi. Kita bisa swasembada beras dan ekspor beras. Otomatis akan ada pendapatan devisa. Disisi lain juga akan mengangkat sektor ekonomi baru di masing-masing lokal komunitasny,” demikian Herman Khaeron. (art)

Komentar