Breaking News
Kesra

Mensos: Masih Banyak Perempuan Indonesia Berpendidikan Rendah

×

Mensos: Masih Banyak Perempuan Indonesia Berpendidikan Rendah

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa prihatin karena masih banyak kaum perempuan masuk dalam kategori ‘unskilling labour’ dalam dunia kerja akibat tingkat pendidikannya yang rendah.

“Bahkan sampai sekarang, perempuan di Indonesia yang tidak lulus SMP masih sekitar 60 persen,” katanya usai berziarah di makam Raden Ajeng Kartini di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

Ziarah ke makam pahlawan nasional yang diakui sebagai pelopor emansipasi perempuan itu merupakan rangkaian kegiatan Khofifah memperingati Hari Kartini tahun ini.

Sebelum ke makam RA Kartini, politisi perempuan ini menyempatkan memimpin upacara peringatan Hari Kartini 2017 di Alun-Alun Kota Rembang yang diikuti lebih 1.500 peserta, termasuk Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Hartono Laras.

Khofifah mengingatkan, bangsa Indonesia sudah diberikan referensi luar biasa mengenai kesetaraan perempuan yang diingatkan kembali Kongres Wanita Indonesia 1928 yang sudah diawali 1926.

Namun, kata dia, pada proses awal kemerdekaan rupanya belum terbangun kesetaraan pengakuan atas pemberian kesempatan pendidikan pada perempuan yang berlanjut hingga sekarang ini.

“Karena itu, kalaupun mereka (perempuan, red.) masuk pasar kerja masih banyak kategorinya unskilling labour. Jadi, kita harus melakukan akselerasi, percepatan.”

Utamanya, kata Khofifah, untuk menyapa perempuan-perempuan di pedesaan, di daerah-daerah tertinggal, di pegunungan, di perbatasan, dan pulau-pulau kecil.

Karena itu, dia mengingatkan seluruh pihak untuk menyadarkan, sekaligus mengajak kaum perempuan bangkit karena memiliki kesempatan sama meraih kemenangan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Itu pula harapan yang dipanjatkannya dalam doa yang dipimpinnya saat berziarah di makam RA Kartini, yakni menjauhkan kaum perempuan dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan.

“Ya, tadi kan saya tadinya tidak mau mimpin doa, tetapi akhirnya saya yang mimpin karena diminta. Itu spontan muncul ketika saya berada di sisi makam R.A. Kartini. Mudah-mudahan diijabahi (dikabulkan, red.) oleh Allah SWT,” demikian Khofifah Indarparawansa. (art/ant)

Komentar