Breaking News
Pengawasan

Tinjau Tanah Diduga Diserobot Rindam Jaya, Fadli Zon Diusir TNI

×

Tinjau Tanah Diduga Diserobot Rindam Jaya, Fadli Zon Diusir TNI

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan rombongan sempat diusir sejumlah anggota Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jayakarta ketika meninjau tanah keluarga besar Syech Muhamad Alhamid yang lokasinya bersebelahan dengan Komplek Rindam Jaya di kawasan Condet, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (30/3) siang.

Sebelumnya Muhamad Alhamid melaporkan kepada pimpinan DPR RI bahwa tanah keluarga besarnya diserobot pihak Rindam Jaya. Fadli Zon meninjau areal yang dilaporkan Alhamid itu didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur, Letnan Jenderal (Letjen) Purnawirawan Asril Hamzah Tandjung dan sejumlah staf.

Pada kesempatan itu, petugas dari Rindam Jaya mengatakan, Fadli Zon didamping pihak keluarga besar Alhamid dan sejumlah warga setempat termasuk awak media memasuki wilayah Rindam Jaya tanpa izin sehingga mereka mengusir ke luar dari komplek Rindam Jaya.

Namun, ketegangan itu akhirnya mereda. Mungkin anggota Rindam Jaya itu tidak mengetahui bahwa yang datang adalah pimpinan DPR RI dan pimpinan Komisi I DPR RI yang notabene patner kerjanya adalah TNI.

Apalagi, Fadli Zon tenang menanggapi ucapan seperti emosi dari petugas Rindam Jayakarta itu. Suasana mencair. Fadli Zon bersama rombongan hanya berdiri dipinggir batas tanah kedua pihak yang bersebelahan itu.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat areal tanah yang dikatakan Alhamid diserobot Rindam Jaya tengah dilakukan penggalian pondasi. Tak berapa lama, rombongan meninjau sejumlah patok yang dibuat anggota Rindam tak jauh dari koplek militer tersebut.

Menurut katerangan warga, sedikitnya 50 hektar tanah warga setempat diakui pihak Rindam Jaya sebagai tanah TNI. Padahal, lebih dari 150 Kepala Keluarga (KK) sudah menghuni tanah tersebut turun temurun.

Bahkan Alhamid menyebutkan bahwa tanah yang dimiliki keluarganya itu sudah bersertifikat dan setiap tahun membayar pajak. “Sertifikat tanah Rindam Jaya baru dua tahun lalu/ Ketika ditanya peta tanah milik Rindam, petugas tidak mau memperlihatkannya,” demikian Muhamad Alhamid. (art)

Komentar