Breaking News
Daerah

Laporkan Saja Oknum TNI Prada Frans Harahap ke Denpom

×

Laporkan Saja Oknum TNI Prada Frans Harahap ke Denpom

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, tindakan Oknum TNI Prada Frans Harahap yang mencoba mencaplok lahan masyarakat sudah menyalahi prosedur.

“Jika benar Prada Frans Harahap melakukan tindakan seperti apa yang tertuang di kronologis yang dikirimkan ke DPR, sudah jelas melanggar hukum” tegasnya, Kamis (23/03/2017).

Abdul Kharis juga mengatakan, TNI adalah milik masyarakat, dan TNI ada untuk masyarakat. Untuk itu, kepada masyarakat Indonesia apabila ada Prajurit TNI yang melakukan pelanggaran atau tindakan tidak sepatutnya, jangan ragu laporkan segera kepada Polisi Militer terdekat atau laporkan kepada Polri, nanti Polri akan berkoordinasi dengan pihak Polisi Militer. “Jangan ragu – ragu laporkan saja ke Denpom,” tegasnya.

Sementara itu, untuk menyelesaikan masalah lahan antara masyarakat dan oknum TNI berpangkat Prada itu sudah dipertemukan oleh Danrem 023/KS Kolonel Inf Donni Hutabarat.

“Belum ada perdamaian antara pihak keluarga Indra Harahap dan anggota Koramil Gunung Tua Prada Frans Harahap,” kata Meri Analisa Harahap, kakak kandung Indra kepada wartawan.

Dijelaskan, pihak keluarga sudah dipanggil ke Korem 023/KS Sibolga, tetapi di sana malah di suruh berdamai dengan Frans Harahap. “Kami datang ke Korem untuk meminta keadilan hukum atas tindakan Frans Harahap yang telah melakukan sewenang – wenang yang melarang kami masuk ke lahan kami yang sah,” jelasnya.

“Kami punya sertifikat tanah, dan kami bayar pajak, tiba – tiba Frans membuat plang dilarang masuk dan membuat selokan sehingga kami tidak bisa masuk dan memanen kebun kami. Ini kan tindakan kekerasan dan gaya premanisme,” ucapnya.

Meri merasa kesal dengan sikap oknum TNI tersebut yang mencaplok lahan milik keluarganya yang sudah 16 tahun digarap sejak tahun 2001. Padahal menurut Meri jika Frans Harahap merasa memiliki tanah itu kenapa tidak menggugat ke Pengadilan.

“Kami sangat keberatan dengan tindakan Frans ini, dan sampai kemanapun akan kami perjuangkan hak kami,” ucap Meri.

Meri melanjutkan, kebun sawit tersebut sudah dipelihara sejak masih kecil sampai saat ini bisa di panen. “Masa sekarang dengan seenaknya dia datang dengan membawa alat berat dan para preman mengusir kami dari kebun kami. Ini kan tidak benar, sudah melebihi seperti gaya orde baru,” tutur Meri. (chan)

Komentar