Olahraga

Untuk Prestasi Sepakbola, DPR Dukung Langkah Naturalisasi Erza

PARLEMENTARIA-COM– Dalam usaha meningkatkan mutu sekaligus mengangkat prestasi sepakbola Indonesia di kancah internasional, Komisi X DPR RI menyambut baik langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga menaturalisasi Ezra Harm Ruud Walian dan Glenn Arthur Walian.

Ezra kelahiran Amsterdam, Belanda 22 Oktober 1997 merupakan skuad muda Ajax Amsterdam. Saat ini dia bergabung dengan skuad inti klub terkenal asal ibukota Belanda tersebut dengan posisi sebagai ujung tombak tim.

Lajang 20 tahun ini merupakan pemain potensial berdarah Manado yang mengalir dari Glenn Arthur Walian. Sedangkan ibu Erza, Linda Bos berdarah Belanda.

Glenn Arthur Walian saat ini merupakan konsultan pemain muda. Sebelumnya, laki-laki berdarah Manado ini merupakan pemain sepakbola. Namun, setelah gantung sepatu dia beralih profesi menjadi konsultan untuk para pemain muda di negeri Bunga Tulip itu.

Walau Ezra baru masuk skuad inti tim junior Belanda, namun potensi dia sebagai pemain cukup dapat diharapkan. Skill dan talenta Ezra dalam mengolah bisa cukup menawan. Dia berpotensi menjadi pemain kelas dunia seperti Lionell Messi atau Cristiano Ronaldo yang kini bermain untuk Barcelona dan Real Madrid (Spanyol).

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menaturalisasi Ezra dan sang ayah, Glenn Arthur Walian.
Menurut Sofyan Tan, dengan latar belakang Ezra sebagai pemain sepakbola profesional dan Glenn sebagai pelatih konsultan pembinaan sepakbola usia muda, dapat meningkatkan prestasi persepakbolaan Tanah Air.

“Apalagi sekarang Indonesia sedang membenahi persepakbolaan, dan sudah menunjukkan ada geliat yang berbeda. Tentu naturalisasi itu sebagai bentuk menambah semangat persepakbolaan di Indonesia. Komisi X menyambut baik hal ini,” kata Sofyan, usai rapat kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/3).

Wakil rakyat di Komisi X ini berharap, dengan hadirnya Ezra dan Glenn diharapkan dapat memberikan motivasi serta pertukaran ilmu kepada pemain sepakbola muda lainnya. Pengalaman Glenn sebagai pelatih sepakbola, pun diharapkan bisa ditularkan ke pelatih sepakbola Indonesia.

“Kita harus mengkaji, dan evaluasi harus tetap dijalankan. Apakah setelah naturalisasi, ada menunjukkan tingkat perbaikan prestasi, bukan di Indonesia saja. Namun juga memberikan dampak kepada pemain-pemain muda lain. Tidak semata-mata untuk dirinya sendiri.”

Sofyan Tan juga menyoroti agar Pemerintah jangan asal dalam hal naturalisasi. Selain harus memiliki prestasi, juga harus diimbangi dengan rasa kebanggan sebagai Warga Negara Indonesia.

“Tentu jangan sampai dia tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jangan menggampangkan orang luar datang karena prestasi, lalu dia tujuannya hanya untuk cari uang. Harus kita perhatikan,” tegas politisi asal dapil Sumatera Utara itu.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan bahwa Pemerintah akan menaturalisasi Ezra dan ayahnya, Glenn Arthur Walian. Walaupun saat ini keduanya berdomisili di Jakarta, namun masih menyandang status kewarganegaraan Belanda.

Terhadap permohonan naturalisasi Ezra, Menpora telah menerbitkan rekomendasi, dengan pertimbangan selain sudah memenuhi dokumen persyaratan, Ezra juga memiliki prestasi yang gemilang, karena sampai saat ini masih menjadi pemain sepakbola profesional muda pada Tim Akademi Ajax Amsterdam.

Namun, untuk ayah dari Ezra, Glenn Arthur Walian, Menpora belum dapat memberikan rekomendasi, karena yang bersangkutan tidak termasuk subjek hukum yang dapat diberi penghargaan dalam bentuk kewarganegaraan, sesuai dengan ketentuan Pasal 86 UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun tentang Pemberian Penghargaan Olahraga.

Dikatakan, saat ini, Glenn berprofesi sebagai Konsultan Pembinaan Sepakbola Usia Muda, sehingga diharapkan ini dapat menjadi pertimbangan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Direncanakan, Glenn akan dimasukkan sebagai manajer kurikulum untuk pengembangan usia muda.

“Glenn Walian merupakan pelatih sepakbola untuk usia muda yang berlisensi di Belanda. Indonesia membutuhkan pelatih yang berkualitas utnuk percepatan pengembangan sepakboa Indonesia. Sebagai bahan pertimbangan, ayah dan ibu Glenn Walian juga berasal dari Manado,” demikian Menpora Imam Nahcrowi. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top