PARLEMENTARIA.COM – Suasana di nagari Sipinang kecamatan Palembayan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar masih mencekam terutama pada malam hari akibat harimau Sumatera masih berkeliaran mencari mangsa ternak warga pada sekitar nagari itu.
Seorang warga jorong Kampuang Tabu Sipinang bernama Khanza Adiska menulis kekhawatiranya di akun facebooknya kemarin,” Gara2 harimau lah masuak ka kampuang jadi takuik pai kama2 Raso2 awak lo yang ka dimakan nyo (gara harimau sudah masuk ke kampung jadi takut pergi kemana-mana. Rasanya kita pula yang akan dimakan -red)”.
Hal itu dibenarkan oleh wali nagari Sipinang Novelmi, katanya warga memang merasa ketakutan untuk bepergian terutama ke areal pertanian di pinggir hutan dan pada malam hari.
Oleh karena itu sejak beberapa hari lalu masyarakat juga melakukan ronda malam menggunakan “badia-badia batuang(meriam bambu).
Mengganasnya harimau sumatra berawal di jorong Marambuang nagari Baringin (tetangga nagari Sipinang) 21 Februari 2017 yang menerkam tiga ekor kerbau, kemudian mengganas lagi di Cubadak Lilin kecamatan Matur dan Jumat(3/3) dini hari harimau menerkam 3 ekor kerbau di Sipinang, satu ekor diantaranya luka parah sempat disembelih pemiliknya, yang 2 ekor lagi hanya kena gigitan dan masih hidup.
“Pada sekitar delapan bulan lalu harimau juga menerkam kerbau milik masyarakat jorong Paraman, memang harimau tersebut tidak pernah kelihatan, namun jejaknya sering ditemui”kata Novelmi kemarin.
Sebagai antisipasi terhadap ancaman “nyiak balang” wali nagari meminta warga menempatkan ternaknya pada lokasi yang aman pada malam hari.
Nagari Sipinang terdiri dari tiga jorong yakni, Paraman, Sipinang dan Kampuang Tabu. Ketiga jorong tersebut dikelilingi hutan lebat yang merupakan habitat hewan liar.Mayoritas warganya bermata pencarian bertani sawah, kebun, beternak dan masih banyak dalam kondisi kurang mampu. (hal)






