Breaking News
Kesra

Tamsil: Saudi Arabia Mitra Ekonomi dan Perdagangan Indonesia

×

Tamsil: Saudi Arabia Mitra Ekonomi dan Perdagangan Indonesia

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Meski nilai perdagangan Arab Saudi-Indonesia mengalami penurunan beberapa tahun belakangan tetapi negara kaya minyak itu tetap menjadi mitra penting Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan.

Penilaian itu disampaikan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kerjasama Parlemen Indonesia dan Arab Saudi, Tamsil Linrung usai Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdulaziz al-Saud menyampaikan pidato dihadapan anggota Parlemen dan sejumlah pejabat dan mantan pejabat tinggi negara di Gedung kura-kura Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Kamis (2/3) siang.

Dikatakan politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, total volume perdagangan kedua negara dua tahun lalu 5,48 miliar Dolar Amerika. Tahun lalu, Januari-Oktober tercatat 3,39 miliar Dolar Amerika.

Arab Saudi, tambah politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan Satu ini, adalah pasar besar untuk ekspor berbagai produk halal Indonesia. Karena itu, Tamsil berharap pasar ekspor halal Indonesia ke Arab Saudi ke depan semakin meningkat.

“Saya menyambut baik rencana investasi Arab Saudi di Indonesia sebagai tindak lanjut kesepakatan kerjasama Jeddah September 2015. Perlu kiranya agar pengusaha Arab Saudi melakukan diversifikasi investasi di Indonesia, seperti di bidang energi, pertanian dan infrastruktur maritim,” jelas anggota Komisi VII DPR RI 2014-2019 tersebut.

Tamsil juga menilai, lawatan raja berjuluk “Pelayan Dua Kota Suci” ini menjadi momentum bersejarah dan berkah bagi Bangsa Indonesia. Hal itu karena, atas kebijakan dan kemurahan hati Raja Salman, kuota haji Indonesia telah kembali ke angka 211 ribu jamaah, dan bertambah 10 ribu pada musim Haji 2017 ini.

“Kebijakan pemulihan kuota haji ini sangat berarti bagi umat Islam di Indonesia. Pasalnya kuota haji dan daftar tunggu selalu menjadi masalah setip tahunnya. Kami sangat berterimakasih atas kebaikan hati Raja Salman,” ujar wakil rakyat dari daerah Sulawesi ini.

Karena itu, laki-laki kelahiran Mandalle, Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan 17 September 1961 ini berharap, baik parlemen Indonesia maupun Arab Saudi yang berbentuk Majelis Permusyawaratan (Majlis as-Syura) dapat terus menjaga hubungan baik. “Momen bersejarah ini bisa terlaksana karena adanya hubungan baik antara parlemen kedua negara yang dibangun selama ini,” demikian Tamsil Linrung. (art)

Komentar