JAKARTA– Politisi senior Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Heri Gunawan mengatakan, keberadaan Non-Government Organization (NGO) mampu membantu untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan anggota Komisi XI DPR RI ini usai mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menerima audiensi Yayasan Lumbung Pangan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
Dalam audiesi itu dibahas beberapa persoalan yang perlu dicarikan solusi dalam konteks pengentasan kemiskinan. Salah satu caranya yakni mampu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia.
Padahal di sisi lain, makanan layak konsumsi yang dibuang itu masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat menengah kebawah. Dalam konteks ini, NGO mampu berperan aktif dalam mengentaskan kemiskinan dan mal-nutrisi.
“Jadi ketika Pemerintah bikin suatu kebijakan, NGO bisa kerjasama untuk sama-sama mengentaskan kemiskinan. Setidaknya adanya makanan bergizi supaya masyarakat menengah kebawah tidak mal-nutrisi lagi,” ujar politisi kelahiran Sukabumi ini.
Heri Gunawan memahami bahwa saat ini ada beberapa perusahana besar yang memaksa membuang makanan tertentu karena memiliki standar operasional prosedur. “Tapi makanan yang dibuang ini adalah layak konsumsi. Alangkah lebih baik jika makanan ini diberikan pada yang membutuhkan.”
Dia mengusulkan agar Yayasan Lumbung Pangan ini mampu menghasilkan riset untuk dapat penjelasan secara konfrehensif agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.
“Ini perlu kajian yang serius. Sehingga dari kajian ini bisa dirundingkan bersama dengan instansi terkait untuk berkumpul apa yang harus dilakukan. Kami berharap dari pihak Lumbung Pangan dapat memberikan kajian komprehensif seperti di negara pain. Seperti Inggris, Perancis, AS dan lainnya soal apa yang dilakukan mereka,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat ini.
Sebelumnya, Heri Gunawan mendampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah menerima audensi Yayasan Lumbung Pangan untuk mencarikan cara agar tidak ada makanan yang diproduksi di hotel-hotel, restoran dan pasar swalayan terbuang sia-sia, padahal di sisi lain masih banyak masyarakat yang membutuhkan. (art)






