JAKARTA– Puluhan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten bertamu ke Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI, Selasa (7/2). Mereka diterima Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI, Djaka Dwi Winarko didampingi Kepala Bagian Humas Dadang Prayitna.
Dikatakan Djaka, kunjungan guru tingkat SMA baik dari swasta maupun negeri ini untuk menggali informasi lebih mendalam tentang peran dan fungsi DPR sehingga bisa ditransfer ke peserta didik atau murid.
Djaka juga menjabarkan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas DPR khususnya di era reformasi. Selain tiga tugas pokok bidang legislasi, anggaran dan pengawasan, kini ditambah dengan peran diplomasi dan representasi.
Diceritakan sejarah perjalanan demokrasi di Indonesia, mekanisme pembuatan Undang-Undang (UU) mulai dari persiapan naskah akademik hingga ditetapkan dalam Prolegnas sebagai dasar pembahasan dengan Pemerintah.
Kepada para guru itu juga dijelaskan hak-hak anggota DPR hingga dinamika politik yang terjadi dalam suatu pembahasan hingga menjadi kebijakan nasional.
Menurut Djaka, tugas seorang anggota parlemen adalah bicara sehingga wajar jika terlihat gaduh sebagai ekspresi DPR menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.
“Di DPR lah diperdebatkan ide-ide atau gagasan tentang bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bagaimana mengelola negara dengan baik,” tandas Djaka.
Pada sisi lain, dia juga tidak menampik jika ada wakil rakyat yang tersandung kasus hukum, justru disinilah peran masyarakat madani untuk mengontrol jalannya kekuasaan sehingga amanah yang diemban dapat berjalan baik.
“Proses demokrasi saat ini masih banyak yang perlu kita benahi, mari kita bersama-sama sebagai warga negara kritis, paling tidak ketika memilih wakilnya, ” demikian Djaka Dwi Winarko.
Forum diskusi berlangsung interaktif, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari para guru yang hadir. Kordinator MGMP PPKN, Dedy Sutendi dari SMA GIS Serpong mengatakan, forum ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan para guru agar bisa di transfer kepada siswa-siswanya.
Menurut dia, siswa setingkat SMA saat ini sudah lebih peduli terhadap perpolitikan di tanah air sehingga diharapkan calon generasi penerus bangsa ini tidak alergi terhadap politik dan ideologi bangsa.
“Interest mereka lebih tinggi karena sekarang sudah ada sosial media. Para siswa jadi lebih aktif mengikuti perkembangan isu politik, bahkan bisa dikatakan yang ramai di media, 90 persen ada kaitannya dengan PPKN,” demikian Dedy Sutendi. (art)






