Breaking News
Pengawasan

DPR: Hindari Banyak Korban, Pemerintah Harus Sosialisasikan Bangunan Tahan Gempa

×

DPR: Hindari Banyak Korban, Pemerintah Harus Sosialisasikan Bangunan Tahan Gempa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Pemerintah harus menggalakan dan mensosialisasikan bangunan tahan gempa terutama di daerah-daerah yang rawan gempa seperti wilayah Sumatera bagian barat, selatan Jawa. Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua bagian utara.

“Bila terjadi gempa, tidak bakal banyak menelan korban,” kata anggota Komisi V DPR Sahat Silaban ketika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik Komisi V DPR ke Kabupaten Pidie, Aceh dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Selasa (25/1).

Dalam kunjungan itu, Komisi V DPR meninjau bendungan Seumayam di Gampung Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh yang jebol akibat hujan terus menerus dan berimbas banjir beberapa waktu lalu.

“Aceh sering diterpa gempa. Kasihan masyarakat. Tolong disosialisasikan kepada masyarakat terkait bangunan tahan gempa. Jangan terlalu mudah membangun bangunan dari beton,” jelas Sahat.

Karena Aceh berada di daerah rawan gempa dan tidak semua lapisan masyarakat mengetahui standarisasi bangunan tahan gempa terutama pemerintah daerah. “Ini tidak semua masyarakat tahu, bagaimana bangunan yang tahan gempa. Pemkab dan Pemprov harus lakukan sosialisasi. Jika rumah dibangun mengggunakan beton, kemudian gempa, sangat fatal kalau yang namanya beton terhadap gempa.”

Diminta kepada Pemda Aceh untuk tidak mudah memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada warganya, jika bangunan yang didirikan tidak berkategori bangunan tahan gempa.

“Saya tekankan kepada Pemda Aceh, untuk tidak mudah memberikan izin untuk mendirikan bangunan. Karena itu salah satu cara kita untuk melakukan antisipasi, dan munculnya korban akibat gempa,” pesan Sahat.

Hal senada diungkapkan Ketua Tim Kunspek, sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia. Menurut dia, gempa yang terjadi beberapa waktu lalu yang menyebabkan banyak korban jiwa karena belum meratanya sosialisasi bangunan tahan gempa.

‘’Setelah kita melakukan pengakajian, dan dialog bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan pihak terkait lain, sosialiasai mengenai rumah tahan gempa masih harus terus digalakkan,” tegas politisiPKS itu.

Keterangan dari Plt Bupati Pidie, Munawar A Jalil, banyak rumah ibadah yang roboh akibat bencana gempa itu sehingga juga perlu ada pembinaan dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat terkait bangunan tahan gempa itu. “Jadi, untuk rumah ibadah, perlu ada prototype yang lebih tahan gempa di Aceh,” kata politisi Jawa Barat itu.

Sebagaimana diketahui, Gempa berkekuatan 5,6 skala richter melanda Banda Aceh dan sekitarnya beberapa waktu yang lalu. nfo dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, gempa berpusat di laut sekitar 235 kilometer Barat Laut Kota Sabang. Kedalamannya 10 kilometer. Setidaknya, 104 orang tewas menjadi korban gempa itu. (art)

Komentar