Breaking News
Pengawasan

Golkar Optimis, Target Ekonomi Pemerintahan Jokowi Tercapai

×

Golkar Optimis, Target Ekonomi Pemerintahan Jokowi Tercapai

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Plt Ketua Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir mengingatkan pemerintah untuk mempertahankan ekonomi berkeadilan untuk rakyat, sehingga rakyat merasa sejahtera dan terperhatikan.

“Kita akan terus memberi masukan kepada pemerintahan Jokowi untuk memperhatikan soal kepentingan rakyat, karena partai kita berada dalam pemerintahan,” kata Kahar saat memberikan keterangan pers didampingi Ketua Komisi XI DPR Malkias Mekeng, di Gedung DPR, Rabu (14/12).

Menurut Kahar, dalam kondisi perekonomian dunia yang sulit sekarang ini, maka pemerintah memerlukan masukan dari berbagai pihak untuk mengatasi ekonomi dalam negeri Indonesia.

“Guna membantu pemerintahan itulah Partai Golkar mengadakan Seminar Outlook Ekonomi 2017, Kamis (15/12). Intinya untuk memantapkan konsolidasi Fiskal, Mengakselerasi Pertumbuhan Berkeadilan,” jelasnya.

Dia berharap pada tahun 2017 nanti target pemerintahan Presiden Jokowi bisa tercapai untuk memperbaiki ekonomi dalam negeri. Dengan mudahnya semua perizinan investasi di dalam negeri, juga berhasil dari masukan Tax Amnesty, sehingga hasil itu dirasakan oleh rakyat.

Sedangkan Ketua Komisi XI DPR Malkias Mekeng yang juga Ketua Bidang Perekonomian DPP Golkar melihat ada upaya optimis dari Presiden Jokowi dalam hal perbaikan ekonomi dalam negeri.

“Setiap Presiden tampil, selalu menandakan optimis bahwa pihaknya bisa memperbaiki situasi ekonomi Indonesia dengan target pertumbuhan ekonomi 5,1 persen. Sementara 2018 baru 6 persen,” ucapnya.

“Kalau Presiden Jokowi optimis, maka Golkar juga optimis. Ini tantangan besar karena untuk menaikkan satu persen pertumbuhan saja memerlukan investasi 800 sampai 1.000 triliun, setengah APBN,” tegasnya.

Dari mana kebutuhan finansial itu aka diambil? Menurut Mekeng, pemerintah harus mengoptimalkan investasi dan ditopang oleh BUMN, penegakan hukum terhadap berbagai jenis pungli.

Kalau hanya mengandalkan APBN Rp 2.000 triliun itu sangat berat. “Untuk pinjam Rp 2.000 triliun bagi Indonesia sangat mudah, karena Indonesia sangat dipercayai dunia. Tapi, pinjaman itu konsekuensinya berbunga. Jadi, tantangan itu antara lain yang akan dirumuskan oleh Golkar untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi pemeirntahan Jokowi-JK,” jelasnya. (esa)

Komentar