Breaking News
Pengawasan

Audit BLH, Tinggi Pemborosan Energi di Kantor Pemerintah di Indonesia

×

Audit BLH, Tinggi Pemborosan Energi di Kantor Pemerintah di Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Kesadaran efisiensi penggunan energi di sejumlah kantor instansi Pemerintah di Kota Surabaya masih rendah. Berdasarkan hasil audit energi yang dilakukan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, terjadi pemborosan energi.

“Yang paling tinggi pemborosan terjadi di kantor pemerintah. Selain itu juga pemborosan energi terjadi di rumah sakit dan hotel,” kata Kepala BLH Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi, di Surabaya pekan ini.

Menurut dia, pemborosan itu bisa dilihat dari penggunaan AC dengan

suhu 16 hingga 18 derajat celcius. Padahal dengan suhu 24 derajat saja

sudah cukup dingin. Malah ada satu ruangan dipasang dua AC,

padahal cukup satu.

Selain itu, penggunaan lampu juga boros. Ini terjadi lampu dibiarkan menyala meski tidak ada aktivitas. Selain itu, jenis lampunya bukan yang hemat energi.

Sekarangsudah mulai ada kesadaran di sejumlah instansi melakukan efisiensi energi, di antaranya mengatur suhu AC 25 derajat. Lampu memakai LED. Bahkan sekarang ada kantor yang memasang sensor, jika ada pergerakan manusia, peralatan elektonik dan penerangan akan menyala dan mati dengan sendirinya.

Tak hanya itu, sekarang ini bangunan mulai banyak memasang jendela lebar dengan tujuan agar angin dan matahari bisa masuk ke ruangan sehingga tidak perlu menyalakan AC dan lampu.

“Kita ini kan triopis sehingga kaya akan sinar matahari. Maka tenaga

matahari ini bisa disulap menjadi energi lewat solar cell. Dan sekarang

banyak bangunan yang memakai solar cell.”

Soal listrik tenaga angin, Musdiq mengatakan, di Surabaya tingkat

kecepatan angin kurang. Beda dengan di Belanda sehingga di sana dibangun kincir angin untuk diubah menjadi energi.

Meski begitu, Pemkot Surabaya sedang mencoba proyek listrik

bertenaga angin. Sekarang ini ada delapan unit kincir angin yang masing

-masing dapat menghasilkan energi listrik 450 watt terpasang

di Pantai Kenjeran.

“Kami bekerja sama dengan PLN untuk menyalurkan suplai listrik itu ke

rumah-rumah warga. Soal akan ada penambahan kincir angin, sedang

dikaji lagi,” demikian Musdiq Ali Suhudi. (art)

Komentar