JAKARTA– Panca Sila adalah karya anak bangsa yang mempunyai jiwa nasionalis dan sadar bahwa Indonesia beraneka budaya sehingga menuntut anak bangsa hidup berdampingan serta saling bertoleransi
Karena itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar MA mengajak segenap warga negara Indonesia untuk kembali memahami dan mengamalkan Panca Sila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa Indonesia.
“Panca Sila adalah karya nasionalis-nasionalis Indonesia yang sadar bahwa Indonesia beraneka budaya dan menuntut orang untuk hidup berdampingan dan saling bertoleransi,” ulang Nasaruddin seperti siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Rabu (24/8).
Menurut dia, penguatan Panca Sila menjadi penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.
Nasaruddin yakin, masyarakat Indonesia mampu mengamalkan nilai-nilai Panca Sila yang di dalamnya terdapat prinsip toleransi, persatuan, kebhinnekaan dan berkepribadian timur. Dengan begitu, otomatis paham-paham kekerasan akan sulit mengganggu bangsa Indonesia.
Menurut Nasaruddin, aksi terorisme itu berawal dari penggerusan ideologi bangsa. “Dengan mengamalkan Panca Sila sebagai ideologi negara dan bangsa Indonesia, kita pasti bisa membendung bahkan mengusir terorisme dari Indonesia,” kata dia.
Menurut Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, sebagaimana Panca Sila yang meski digali dari nilai-nilai sendiri namun tidak menutup pengaruh dari luar. Sekarang pun bangsa ini juga tidak menutup diri dari pengaruh luar.
Hanya saja, ungkap Nasaruddin, sebagaimana yang dilakukan pendiri bangsa, nilai-nilai luar yang diterima hendaknya tidak bertentangan dengan kondisi objektif dan nilai-nilai lokal bangsa Indonesia.
“Kita harus juga memperhatikan posisi budaya Indonesia semisal kepercayaan dan agama-agama yang punya andil terhadap terbentuknya Indonesia,” demikian Nasaruddin. (art)






