JAKARTA– Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Institut Lembang Sembilan (IL-9), Eva Kusuma Sundari menilai, implementasi kebebasan beragama di Indonesia masih buruk.
Karena itu, ungkap Eva diterima Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan di ruang kerjanya, Rabu (24/8), dibutuhkan penajaman dengan cara pendekatan konstitusional. “MPR berperan penting dalam penjaman dan pendekatan tersebut,” kata politisi senior tersebut.
Kami, lanjut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah itu, berharap pendekatan konstitusional dipertajam lagi sebab pendekatan konstitusional inilah yang diharapkan bakal mampu meminimalisir radikalisasi.
MPR, lanjut dia, perlu memaksa melakukan pendekatan konstitusional melalui berbagai kerja sama dengan lembaga lain seperti Kemendikbud.
Ini merupakan salah satu hasil kajian kebangsaan yang dilakukan IL-9.
Pada kesempatan tersebut, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengapresiasi aktivitas IL-9 mendiskusikan dan mengkaji soal kebangsaan serta semua permasalahan bangsa. Dia berpesan agar masalah kesenjangan sosial perlu menjadi kajian, karena merupakan salah satu tantangan bangsa.
“Satu yang saya pesan yakni diskusikan dan kaji pula soal kesenjangan sosial karena hal itu saat ini masih menjadi tantangan berat bangsa. Harus dicarikan solusi yang terbaik agar kesenjangan yang makin lebar antara pusat dan daerah, Jawa dan luar pulau Jawa dan kesenjangan antar individu makin menipis,” kata Ketua Umum DPP PAN ini.
IL-9 adalah lembaga yang didirikan oleh HM Jusuf Kalla dan HM Alwi Hamu bersama antara lain Tanri Abeng, Muhammad Abduh, Syahrul Udjud, M Aksa Mahmud, Ahmad Kalla dan Mohammad Taha 2003 lalu. Tujuannya untuk menelaah dan menata kembali ekonomi negara.
Lembaga ini melakukan diskusi dan mengkaji banyak persoalan bangsa yang belum selesai dan masih butuh kajian-kajian terutama di bidang ekonomi, politik dan budaya menuju Indonesia Hebat.
Diskusi serta kajian kami, kata Eva, juga melibatkan berbagai elemen dan asosiasi lain seperti Megawati Institute dan lainnya. Dengan banyaknya diskusi serta kajian dengan elemen masyarakat diharapkan hasil kajian akan berguna untuk bangsa dan negara,” kata Ketua Umum IL-9 Mohammad Alwi Hamu yang ikut diterima Zulkifli Hasan. (art)






